Mendiknas Setuju Pembangunan ITK di Balikpapan

Disuntik dana Rp. 400 Milyar tahun ini pembangunan Fisik

2012-01-09  12:24:04

Balikpapan,Kalau selama ini hanya mengenal kehadiran Institut Teknologi hanya diseputar Pulau jawa namun mulai tahun 2012 ini perguruan tinggi (PT) jenis Institut Teknologi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS) bakal ada di sejumlah daerah seperti Kalimantan dan Sumatera dan ditahun 2012 ini dipastikan hadir Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Kalimantan Timur (kaltim) tepatnya di Kota Balikpapan.
Hal ini dikatakan Menteri Pendidikan Nasional, Prof. DR. Ir. Muhammad Nuh, di Balikpapan ketika meresmikan Politeknik Balikpapan menjadi Politeknik Negeri Balikpapan, Jumat (06/01).
Menurut Mendiknas ini, selama ini PT jenis Institut Teknologi hanya berada di seputar Pulau jawa sedangkan minat masyarakat untuk memilih PT jenis itu sangat tinggi termausk kalangan siswa lulusan SLTA di Balikpapan dan Kalimantan Umumnya memilih perhuruan tinggi itu, karena belum punya sehingga kami mendukung upaya pemerintah provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama pemerintah kota Balikpapan untuk membangun ITK.
‘’Tahun 2012 ini ITK akan nada di Balikpapan kendati mulai menerima mahasiswa baru bisa ditahun 2014, namun dapat dipastikan kalau ITK bakal dibangun di Balikpapan diatas lahan seluas 300 Ha termasuk didalamnya lahan milik pemprov Kaltim seluas 60 Ha,’’ kata Muhammad Nuh, disela-sela sambutan peresmian Poltek Balikpapan Negeri.
Untuk mewujudkan ITK di Balikpapan Muhammad Nuh menyatakan pusat akan menggelontorkan dana Rp 400 miliar dari APBN.
"Untuk langkah awalnya kami akan cairkan dana sebesar Rp. 55 miliar dan itu untuk pembangunan beberapa fisik termasuk ruang kantor dan sejumlah ruang kulaih kendati dana itu nanti belum bisa penuh untuk membangun berbagai fasilitas ITK termasuk laboratorium,"katanya.
Hadirnya ITK di Balikpapan nanti diharapkan akan membantru banyak siswa yang memiliki perguruan tinggi jenis Institut Teknologi karena kedepan keahlian dibidang treknologi semakin dibutuhkan, olehnya kehadiran instritut teknologi akan lebih banyak dikota-kota besar diluar Jawa termasuk di Balikpapan yang menjadi satu-satunya Institut Teknologi di Kalimantan.
Menurut Mendikbud, pembangunan ITK akan dimulai tahun ini dan ditargetkan berlangsung setahun dan ditahun 2014 sudah bisa dilakukan proses belajar mengajar di ITK, keputusan ini memang belum final, karena menunggu turunnya surat keputusan (SK) pendirian ITK langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hanya saja pak presiden sudah memberikan sinyak akan mendukung hadirnya ITK di Balikpapan.
‘’Saya sudah lapor ke beliau Presiden RI, saya menangkap isyaratnya, itu tidak nampak penolakan, beliau sangat setuju sekali, kita tunggu SK-nya saja, karena SK pendirian PT jenis Institut Teknologi harus dari presiden, bukan dari Mendiknas,’’ urai Muhammad Nuh.
Kepastian lain, pihaknya menyiapkan dana sebesar Rp 55 miliar dari alokasi Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dirjen Dikti) tahun ini, sebagai modal awal seperti land clearing dan pembangunan beberapa fasilitas ITK sangat mendesak kendati dana sebesar itu belum bisa memenuhgi kebutuhan ITK yang harusnya lebih baik dari ITB maupun ITS.
ITK bahkan diproyeksikan melebihi dua institut yang sudah ada di Indonesia, yakni Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), sebab dua institute itu ketika dibangun awal memang ada dana tapi tidak seperti ITK nantinya sehingga ada dana dulu baru membangun berbagai fasilitas sehingga ITB maupun ITS belum langsung sesuai kebutuhan pembangunan fisiknya ketika itu, kalau ITB kan luas lahannya hanya 180 Ha, sedangkan ITK diminta harus dua kali lipat dari ITB yakni 300 Ha.
‘’Saya bilang belum cukup karena idealnya di negara maju termasuk Indonesia rata-rata meluluskan insinyur dan tenaga ahli lainnya sebanyak 20 ribu dari jumlah mahasiswa yang lulus tahun itu tapi kita belum bisa sesuai keinginan tersebut,’’ ujar Mantan Rektor ITS Surabaya ini.
Pemerintah telah menargetkan lulusan insinyur pada 2015 bisa mencapai 15 persen, atau naik 4 persen, saat ini ITS yang lulus hanya 4 ribu/per tahun dan ITB hanya 6 ribu lulusan/ tahun ini artinya baru mencapai 10 ribu, jadi masih kurang 10 ribu, terangnya.
Untuk mencapai itu, pihaknya merencanakan tiga skenario khusus institut teknologi mulai dari ekspansi, langkah menegerikan swasta menjadi negeri, hingga yang mendirikan baru, ITK ini dalam rangka memenuhi jumlah itu dan tahun ini kita buat Institut Teknologi satu di Sumatera.
Walikota Balikpapan Rizal Effendi, SE dalam paparannya terkait rencana pembangunan ITK di Balikpapan langsung dihadapan menteri pendidikan dan kebudayaan serta Direktur Jenderal Perguruan Tinggi Djoko Santoso, Rektor ITS Triyogi Yuwono, beberapa rektor di Kaltim, unsur muspida, termasuk mantan Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid dan Tjutjup Suparna, menjelaskan kesiapan Pemkot menyukseskan rencana itu.
"Modal awal untuk membebaskan lahan sebesar Rp 6,5 miliar (Rp 1,5 miliar dari APBD provinsi dan Rp 5 miliar dari APBD kota), utilitas dan infrastruktur sudah ada, pasokan air dari Kariangau dan listrik akan tersedia sejalan dengan dibangunnya pembangkit berkekuatan 200 MW di Kawasan Industri Kariangau (KIK), untuk itu kami siap menerima tantangan tersebut," kata Rizal Effendi.
Merespon kesanggupan ini, Menteri M Nuh langsung meminta kepastian dan kesiapan Pemkot Balikpapan dan Pemprov Kaltim terkait perijinan pembangunan fisik dan lainnya.
"Sedangkan perijinan PT menjadi tugas kami dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, saya mau Pemkot urus perizinan, mulai dari IMB dan segalanya yang diperlukan mendirikan (ITK) ini,"ungkapnya.
Ide pendirian ITK dimatangkan melalui Focus Group Discussion (FGD) oleh tim ITS, November lalu, tim ini membuat feasibility study (FS) dengan menyimpulkan 8 jurusan yang akan didirikan pada tahap pertama, terdiri dari  teknik mesin, elektro, industri, teknik sipil, dan lingkungan dan masih ada bidang lain seperti bidang sains, matematika, fisika, dan kimia, pada saat angkatan pertama diprediksi akan diikuti sebanyak 320 mahasiswa di mana setiap jurusan berjumlah 40 orang dengan 6 orang dosen dan ini dipastikan akan terus berkembang., terang Direktur Jenderal Perguruan Tinggi Djoko Santoso.
Dikatakan Djoko, setelah kesepakatan dalam MoU pendirian ITK antara pemerintah pusat dan daerahnya, bola saat ini berada di tangan daerah (Pemkot Balikpapan dan Pemprov Kaltim) yang harus menyanggupi penyediaan lahan.
"Kita harapkan, begitu selesai perencanaan maka fisik juga bisa langsung berjalan, kalau sanggup saya maunya sampai seribu hektare,"ungkapnya.
Gubernur Awang Faroek Ishak mengatakan, penerimaan mahasiswa baru bahkan akan dimulai tahun ini, sebelum bangunan fisik ITK berdiri, para mahasiswa angkatan pertama itu bisa dititipkan dulu berkuliah di kampus lain, saya sudah bicara dengan Pak Wali (Rizal Effendi) membuat pemondokan mahasiswa.
Gubernur juga merencanakan pengiriman 120 calon dosen untuk disekolahkan ke Jerman sehingga jika bangunan rampung pada akhir 2013, ITK sudah bisa dioperasikan namun dia berharap jika program studi ITK disesuaikan dengan kebutuhan Kaltim maka dipastikan aka nada bidang pengolahan minyak, batu bara, perkebunan, dan lainnya. max 

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim


New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1162 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...