Belum Ada RSBI Jadi SBI 2012-01-11 00:16:00
Balikpapan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. DR. IR. Muhammad Nuh, mengatakan untuk bisa mendapatkan siswa yang berperstasi harus ada sekolah yang menampung siswa itu dan mendapatkan perlaku proses belajar-mengahar khusus dan di Indonesia pemerintah menghadirkan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) kendati sampai hari ini belum ada satupun RSBI berubah status menjadi Sekolah Berstandar Internasional (SBI). Kalau selama ini mendapatkan berbagai pemikiran kalau RSBI hanya diperuntukkan bagi siswa dari kalangan orang kaya saja namun pemikiran itu sangat keliru sebab RSBI tidak hanya untuk anak-anak orang kaya tapi juga bagi anak-anak orang miskin namun dia berprestasi dan memiliki kemampuan intelektual yang prima, jadi keliru kalau mengatakan RSBI hanya untuk orang kaya saja. Demikian dikatakan Mendiknas ketika berada di Balikpapan sekaligus melakukan jumpa pers dengan sejumlah wartawan dan pejabat provinsi Kaltim serta pejabat pemerintah kota Balikpapan di Politeknik Negeri Balikpapan Km. 8 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara baru-baru ini. Menurut mantan Rektor Unair Surabaya ini, mengatakan kendati kritikan bertubi-tubi dari banyak kalangan masyarakat yang meminta agar RSBI distop saja namun kami mau katakana kalau RSBI harus terus ada dan perl;u dipertahankan karena sekolah itu nantinya menjadi semacam pilot projek untuk mendapatkan siswa-siswa berprestasi dan menguasai intelektual yang prima. ‘’RSBI itu memang belum satupun menjadi SBI, ini karena syarat yang diminta memang belum bisa terpenuhi seperti SDM dimana para guru harus bersertifikat S2 linier artinya guru itu harus S2 sesuai dengan bidang studi yang diajarkan dan masing-masing tingkatan ada ketentuan kalau yang berijazah S2 minimal 10 persen untuk tingkat SD, 20 Persen untuk SMP dan 30 persen untuk SLTA (SMA/SMK),’’ kata M. Nuh. Dia juga mengatakan kalau RSBI harus bisa mendapatkan dukungan dana dari pihak luar dalam hal ini orang tua murid atau pihgak lain yang menaruh perhatian dibidang pendidikan RSBI namun pungutan itu harus jelas dan dipertanggungjawabkan, tidak sekedar minta bantuan kemudian tidak dilaporkan baik kepada kepala daerah atau Dinas Pendidikan. Seperti diketahui, RSBI di Balikpapan tidak mendapat dukungan penuh dari pemerintah maupun DPRD sebaliknya meminta agar RSBI hanya boleh ada satu sekolah dimasing-masing tingkatan artinya SD 1 sekolah, SMP juga satu sekolah dan SMA serta SMK juga satu-satu sekolah saja dan yang lebih parah lagi biasanya RSBI di Balikpapan mendapatkan anggaran dari APBD namun terhitung 2012 anggaran itu sudah dipangkas atau tidak ada lagi kecuali BOSDA. Untuk tetap ada RSBI di Balikpapan orangtua pelajar yang anaknya masuk RSBI harus menyisihkan keuangannya untuk iuran bulanan dan ini dibolehkan oleh peraturan pemerintah yhanya saja perlu ada kordinasi dengan piohak pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan, kalau selama ini Balikpapan menerapkan Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun dan tidak melakukan penarikan dana atau sekolah gratis karena biayanya full menjadi beban daerah karena tidak ada lagi anggaran dalam APBD. Sumber resmi di sejumlah sekolah yang melaksanakan RSBI mengatakan siap menggalang dana melalui orang tua murid kendxati nilainya bervariasi seperti paling kecil Rp 15 ribu sampai Rp 41 ribu, kondisi ini akibat buntut tak diberikan lagi insentif RSBI mulai tahun ini oleh Pemkot, karena suntikan selama dua tahun dinilai belum berhasil. Selama ini RSBI mendapatkan jatah mencapai Rp. 300 juta/tahun namun mulai tahun ini dana sebesar itu sudah tidak ada lagi tapi RSBI tetap jalan sehingga jalan satu-satunya adalah meminta dukungan dana dari pihak orang tua siswa RSBI atau perusahan lainnya yang mau membantu pendidikan.max
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...