350 KK Korban Banjir LumpurAkibat Tanggul Bekas Tambang
2012-01-11 00:21:46
SAMARINDA, Musibah kembali melanda Samarinda. Kali ini diakibatkan oleh kolam bekas tambang di daerah Simpang Pasir milik PT Samarinda Prima Coal jebol. Alhasil, sekitar 350 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 1.250 jiwa menjadi korban. Rumah warga tergenang air hingga setinggi dada orang dewasa. Menurut Wiji, salah seorang warga RT 8, bahwa sekitar pukul 19.00 Wita, Senin (9/1) lalu, tiba-tiba terdengar suara air datang. Air sekitar 1,5 meter menggenangi rumah warga. Ratusan motor dan belasan mobil tenggelam. Kejadian banjir bandang lumpur itu berlangsung sekitar 30 menit. Tanggul itu memang sudah retak, tapi tak diperbaiki. Ini kejadian kedua, pertamakali sekitar dua tahun lalu. Dulu memang tidak parah tapi banjir lumpur. "Tanggul posisinya di atas bukit, luasnya sekitar 3 hektare. Sampai pukul 22.30 tadi malam kondisi rumah warga terendam. Ada sekitar enam RT yang kena. Yang terparah di RT 6, RT 8, RT 9," kata Wiji. Ditambahkannya, ketika itu lagi menonton televisi, tiba-tiba air datang. Rumah dia masuk air sekitar satu meter. RT 8 hingga dua meter. Tidak ada suara tiba-tiba air masuk ke rumahnya. Selain itu juga pagar Masjid AL Musyafirin jebol, dinding rumah warga hilang. Banyak peralatan rumah tangga hilang terbawa banjir. "Air itu datang dengan tiba-tiba dan langsung setinggi leher orang dewasa," ujarnya. Wiji, langsung keluar dari masjid untuk menemui istri dan dua anaknya tapi ternyata air cepat sekali datang. Mau mengeluarkan mobil, ternyata mobilnya lebih dulu terkena banjir. Warungnya pun terendam air. Kira-kira kerugian mencapai Rp 200 jutaan. "Kami minta ganti rugi atas semua barang-barang elektronik dan sejumlah barang lainnya yang rusak akibat bendungan jebol," pungkasnya. aon
|