Proses Belajar Siswa Sampai BerhentiSudarno Bantu Korban Banjir Lumpur Palaran
2012-01-12 16:33:03
SAMARINDA, Anggota DPRD Kaltim asal Dapil I Samarinda, Sudarno, membantu para korban banjir lumpur di Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran. Politisi PDI Perjuangan ini juga mengerahkan 40 relawan dari “Sudarno Center” untuk membantu para korban. “Saya menyampaikan simpati dan empati kepada para korban. Saya berharap bantuan yang nilainya tak seberapa ini dapat meringankan beban penderitaan mereka. Saya juga meminta perusahaan segera merealisasikan ganti rugi kepada korban, terutama barang-barang yang rusak di SMK 11 dan SMP 31 Palaran, harus segera diganti. Tidak usah menunggu hasil verifikasi selesai. Barang-barang yang rusak kelihatan jelas, jadi segera ganti, agar proses belajar di kedua sekolah itu jangan berhenti,” kata Sudarno, Rabu (11/1) kemarin. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim ini membantu makanan untuk para korban banjir. Menurut dia, makanan sangat penting, karena para korban pasti tak sempat memasak sendiri. Padahal kebutuhan perut tak bisa ditunda. Meskipun pihak perusahaan menyatakan bertanggung jawab memberi ganti rugi kepada para korban, Sudarno tetap meminta instansi terkait, terutama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Samarinda melakukan investigasi agar penyebab utama banjir lumpur dapat diketahui. Dia juga meminta Pemerintah Kota Samarinda melakukan audit terhadap seluruh tambang di wilayah ini, sehingga kejadian serupa tak terulang kembali. “Menyangkut proses belajar mengajar di sekolah-sekolah yang terdampak, saya meminta Dinas Pendidikan Kaltim dapat membantu Dinas Pendidikan Kota Samarinda untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Yang penting, jangan sampai adik-adik kita berhenti sekolah,” kata politisi yang berlatar belakang aktivis kampus ini. Sudarno memuji dan memberi penghargaan kepada Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Parpto Santoso, Dandim 0901 Samarinda Letkol Inf Junaidi M serta Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kota Samarinda yang tanpa kenal lelah membantu para korban banjir lumpur. Banjir lumpur menerjang Kelurahan Simpang Pasir, Palaran, Senin (9/1) sekitar pukul 18.00 Wita, menyebabkan ratusan rumah yang dihuni 350 kepala keluarga (KK) atau 1.250 jiwa terendam. Banjir juga merusak masjid, barang-barang serta fasilitas belajar SMK 11 dan SMP 31 Palaran. Selain RT 8, banjir lumpur akibat jebolnya tanggul bekas lahan tambang batu bara , PT Samarinda Golden Prima (SGP), itu juga merendam RT 9, 6, 5 dan 12, gedung SD 08 Kelurahan Simpang Pasir, Palaran. hms/adv
|