Lokasi Persawahan Petani Tenggelam Akibat Rusaknya LingkunganKomisi I Panggil Pejabat Instansi Terkait
2012-01-17 19:44:25
TENGGARONG,Puluhan hektar lokasi persawahan milik petani, belakangan ini rusak dan tenggelam akibat tergenang air. Dugaan itu terjadi lantara makin rusaknya tatanan lingkungan akibat tambang batubara yang semakin merajalela. Menyikapi hal itu, belum lama ini Komisi I DPRD Kukar menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan mengundang pejabat terkait, termasuk sejumlah tokoh masyarakat dari Kecamatan Tenggarong Seberang. Rapat dengar pendapat yang dipimpin Sekretaris Komisi I, Firnandi Ikhsan ini membahas terkait dengan banyaknya lokasi persawahan yang tenggelam hingga para petani terancam gagal panen. “Ada lima desa yang jelas jelas terkena dampak terhadap rusaknya tatanan lingkungan akibat tambangbatubara, yakni di Bangun Rejo, Manunggal Jaya, Karang Tunggal, Bukit Raya dan Tanjung Batu dengan total lokasi mencapai sekitar 600 hektare,” kata Kepala BPP Teluk Dalam, Dartoyo. Sementara perwakilan pihak BLHD Kukar, Ir Yasmet membenarkan kondisi terendamnya areal persawahan tersebut sejak enam tahun lalu, tetapi belum di tindaklanjuti oleh pihak terkait. Kepala Distamben Adinur yang juga hadir dalam hearing memberikan penekanan kepada pemilik jalan hauling yakni PT PPM sebagai pemilik jalan utama, PT MMC dan PT Insani, agar melakukan langkah-langkah pemulihan agar persoalan ini bisa di atasi. Firnadi Ikhsan Selaku mengatakan untuk mengatasi persoalan tersebut akan dibentuk tim kerja yang di pimpin Camat Tenggarong Seberang dengan anggota tim dari PT PPM, PT MCT, PT Insani, Kepala Desa Bangun Rejo, Kepala Desa Embalut, Ketua Kelompok Tani kedua Desa, Kepala UPT Dinas Pertanian, Kepala BPP Teluk Dalam. “Sebagai langkah keseriusan Komisi I menetapkan pada 9 Februari nanti dilakukan pertemuan kembali untuk mendengarkan progress kegiatan di lapangan” katanya. awi/adv
|