PDAM Balikpapan Buka Program Sambar Gakin

2009-09-01 13:38:42

Tidak Gratis, Hanya Bayar Jaringan ke Rumah

2009-09-01  10:40:26

Poskota Kaltim.com-Balikpapan : Pemerintah membuka program sambung baru (Sambar) bagi calon pelanggan air bersih produk PDAM khususnya mereka yang berpenghasilan rendah dan keluarga miskin (Gakin), sedangkan yang menentukan siapa saja yang masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah dan Gakin bukan wewenang PDAM tapi sepenuhnya dari Badan Perencaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkot Balikpapan.
Demikian dikatakan Kepala Bagian (Kabag) Humas PDAM Balikpapan, Gazali Rahman menanggapi berbagai masukkan terkait dibukanya program baru khusus untuk sambung baru pelanggan PDAM bagi kalangan tidak mampu seperti mereka yang berpenghasilan rendah dan Gakin, karena ini permintaan walikota, maka kami hanya melaksanakan program itu, jika ada yang ingin tahu hadirnya program baru itu silahkan tanyakan ke Pemkot Balikpapan atau langsung ke Bappeda.
Menurut Gazali Rahman, agar masyarakat memahami bergulirnya program pemasangan jaringan air bersih khusus bagi kalangan warga berpenghasilan rendah dan Gakin silahkan tanyakan ke Pemkot, kami dari PDAM kan hanya menjalankan perintah sedangkan berapa banyak calon pelanggan dua kategori itu yang akan dilayani sambung baru jaringan air PDAM masih dalam pendataan namun yang pasti semua dari Bappeda.
"Ini program pemerintah pusat dan pemerintah kota Balikpapan sedangkan Perusda adalah perusahan yang dibentuk Pemkot atau istilahnya anak perusahan kalau ada program dari induk tentunya kami hanya menjalankan saja. Namun ada beberapa kategori yang menjadi acuannya. Diantaranya mereka berpenghasilan rendah dan Gakin, itu menjadi wewenang Bappeda, sedangkan kami dari PDAM menjalankan perintah atasan," tandasnya.
Dalam beberapa hari terakhir ini, katanya Gazali Rahman, banyak kalangan masyarakat yang mengaku masuk kategori kalangan berpenghasilan rendah dan Gakin yang datang ke PDAM dan meminta untuk dimasukkan dalam program pemasangan jaringan air PDAM itu namun kami tidak bisa memenuhi permintaan itu jika itu usulan perindividu.
''Kami tidak mungkin lakukan penyambungan berdasarkan usulan dari orang per orang yang mengaku kalangan berpenghasilan rendah dan Gakin, mereka harus ditetapkan oleh Bappeda Pemkot Balikpapan bukan mereka yang menentukan kalau mereka itu masuk masyarakat berpenghasilan rendah dan Gakin namun akan diinventarisir Bappeda kemudian ditinjau ke lapangan sebelum merealisasikan pemasangan baru jaringan air bersih,'' tutur Gazali Rahman.
Dari hasil inventarisasi yang dilakukan PDAM, ditemukan sebanyak 2.315 sambungan rumah (SR), dengan alokasi dana yang dibutuhkan diperkirakan sebesar Rp 15,7 miliar dengan jenis pembiayaan sharing, pemerintah daerah dan pusat masing-masing membiayai 50 persen dari total anggaran dan dana itu diperuntukkan untuk pemasangan pipa induk sedangkan jariangan kerumah menjadi beban pemilik rumah.
‘'Dari PDAM, dana yang dikeluarkan sebesar Rp 3,39 miliar, dari pemkot melalui APBD sebesar Rp 12,3 miliar sedangkan bantuan subsidi yang akan diberikan oleh pemerintah pusat baru akan diberikan setelah pengerjaan tersebut terselesaikan, artinya masih ada biaya yang dibebankan ke masyarakat calon pelanggan PDAM dari kalangan Gakin seperti pemasangan meter,'' urai Gazali.
Dari total sambungan tadi, dia mengatakan berasal dari wilayah Balikpapan Utara sebanyak 890 sambungan, kemudian wilayah Balikpapan Barat sebanyak 450 sambungan dan Balikpapan Timur sebanyak 500 sambungan sedangkan untuk Balikpapan Selatan dan wilayah Balikpapan Tengah masing-masing sebanyak 225 sambungan dan 250 sambungan.
''Yang paling banyak sambungannya di wilayah Balikpapan Utara, karena memang kondisi distribusinya terbatas. Sedangkan yang paling sedikit itu berada di wilayah Balikpapan Selatan,'' ungkap Gazali Rahman, menambahkan.
Program pemasangan jaringan air bersih bagi gakin dan masyarakat berpenghasilan rendah ini mulai diluncurkan oleh pemerintah pusat melalui Departemen Pekerjaan Umum (DPU) Pusat melaluiDirjen Jenderal Cipta Carya, Direktorat Pengembangan Air Minum namun sekalilagi dana dari pemerintah untuk pemasangan pipa induk, sedangkan pasang jaringan sampai masuk rumah tanggungjawab pemilik rumah.
Sedangkan syarat sebagai pengembangan program tersebut, diantaranya PDAM setempat harus memiliki kapasitas air baku lebih sedangkan berkaitan dengan program ini Balikpapan dijadikan pilot project se-Kalimantan, karena memiliki kapasitas dan pengelolaan air bersih yang cukup baik. max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim


New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2458 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...