Butuh Rp 790 Miliar untuk Dua Jembatan di KukarTahun Ini Pemkab Anggarkan Rp 100 Miliar
2012-01-22 19:11:34
TENGGARONG, Kabupaten Kutai Kartanegara membutuhkan Rp 790 Miliar untuk membangun dua jembatan yang rencananya dibangun di Tenggarong dan Kecamatan Loa Kulu. Pembangunan jembatan di Tenggarong merupakan jembatan pengganti Jembatan Kartanegara yang runtuh pada 26 November 2011 lalu, sedang pembangunan jembatan di Kecamatan Loa Kulu merupakan kelanjutan dari perencanaan tahun 2010, yang diperuntukan sebagai pemecah kepadatan arus lalu lintas di Jembatan Kartanegara yang posisinya di Kota Tenggarong. Terkait pembangunan jembatan dimaksud, Rabu (18/1) lalu Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari didampingi ketua DPRD Kukar Awang Jacoub Luthman, Asisten II Edi Damansyah, Kepala Bappeda Totok H Subroto, Kepala Dinas PU Didi Ramyadi, Kepala Bagian Pembangunan Chairul Anwar dan Kabag Humas Protokol Sri Wahyuni, menemui Menteri Pekerjaan Umum RI Djoko Kirmanto untuk memaparkan tentang percepatan pembangunan jembatan dimaksud. Dalam paparannya Bupati mengatakan, untuk jembatan di Tenggarong, berdasarkan saran teknis dari Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri, Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) ada dua jenis jembatan yang disarankan. Pilihan pertama adalah jembatan gantung (Susension Bridge) yaitu mirip dengan bentuk jembatan yang lama, namun tentunya didesain lebih kokoh. Selain itu beberapa komponen jembatan yang lama masih dapat digunakan yaitu Pilon, Poer Pilon, sebagian blok angkur eksisting, sebagain kabel utama, ramp/oprit serta tata guna lahan di kedua ujung jembatan. Sedangkan pilihan kedua yaitu jembatan pelengkung atau busur (Arch Bridge) dari baja. Bupati menyampaikan, untuk jembatan di Tenggarong pihaknya lebih condong untuk membangun persis di posisi yang lama. "Karena menurut saran LAPI ITB, itu akan lebih menghemat biaya dan bisa selesai lebih cepat yaitu satu setengah tahun," terang Bupati. Namun, lanjut Bupati, sebelum proses pembangunan dua opsi jembatan tersebut, terdapat perlakuan teknis terhadap posisi pilon yakni mengamankan dan menurunkan kedua pilon jembatan Kartanegara yang kini masih berdiri, dengan meminta petunjuk serta surat dari Kementrian PU tentang penanganan pilon dimaksud. Sementara untuk jembatan di Loa Kulu, yang letaknya 10 km dari Tenggarong, yang semula direncanakan desainnya mirip dengan jembatan Suramadu atau Cable Stayed Bridge (jembatan kabel pancang), akan didesain ulang dengan struktur jembatan tanpa kabel. Dan pihak perencana merespon keinginan Pemkab untuk desain ulang jembatan Loa Kulu tersebut yang memerlukan waktu sekitar 2 bulan untuk penyesuain desain dan struktur di lokasi. "Untuk pembangunan dua jembatan tersebut anggaran yang dibutuhkan lebih kurang Rp 790 miliar. Sedangkan Pemkab Kukar mengalokasikan anggaran tahun ini sebesar Rp 100 miliar," kata Bupati. Menurut Bupati, pembangunan jembatan di Tenggarong dan Loa Kulu sangat diperlukan sebagai pemecah akses untuk memperlancar arus perekonomian masyarakat, serta menghindari kemacetan jika dilangsungkan event besar di Kukar, misalnya Erau yang merupakan upacara adat tahunan. Untuk itu Bupati mohon pihak pusat dalam hal ini Kementerian PU dapat membantu pembiayaan serta membantu secara teknis dan administrasi tentang pembangunan dua jembatan yang direncanakan. Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan menampung dan akan mengkaji semua usulan tersebut. yd/hms
|