Bantuan Orang Tua Bisa Timbulkan Masalah 2012-01-25 18:36:18
Balikpapan, Perbincangan dengan sejumlah guru RSBI menyimpulkan kalau Dinas Pendidikan Kota Balikpapan tidak mendukung penuh hadirnya RSBI di Balikpapan, buktinya dengan dibekukan anggaran RSBI di APBD menunjukkan kalau Disdik Balikpapan tidak getol memperjuangkan kehadiran RSBI, padahal RSBI memang dimunculkan untuk menampung siswa-siswa yang berprestasi dibidang ilmu pengetahun dan itu tidak hanya mengakomodir anak-anak orang kaya tapi juga anak-anak keluarga tidak mampu (Gakin) juga memiliki hak untuk masuk di RSBI. ‘’Disdik Balikpapan tidak serius menyikapi kehadiran RSBI, padahal didaerah lain semua sekolah berusaha untuk bisa masuk jalur RSBI, hanya Balikpapan yang justru berupaya agar RSBI tidak dikembangkan dan kalau toh ada cukup tiap tingkatan hanya satu sekolah saja, padahal dalam aturan tidak mewajibkan hanya boleh ada satu sekolah untuk tiap tingkatan,’’ kata sejumlah guru RSBI ketika dimintai keterangan terkait keberadaan RSBI di Balikpapan. Kepala SMA Negeri 5 (RSBI), Drs. P Simanullang, MMPd, ditanya soal RSBI di Balikpapan, mengaku tidak bisa berbuat banyak, disatu sisi RSBI tidak dibekukan tapi tadinya ada anggaran melalui APBD kini dipangkas dan RSBI yang ada agar bisa diciutkan sehingga hanya ada satu sekolah dimasing-masing tingkatan seperti SD sampai SMA/SMK hanya boleh satu sekolah saja. Menurut Manulang, SMA Negeri 5 selama ini memang membuka kelas RSBI dan itu akan hadir terus sampai ada petunjuk dari instansi berwewenang kalau akan dibekukan, selama tidak ada pemberitahaun masalah itu kita tetap menjalankan fungsi sebagai sekolah penyelenggara RSBI. Menurut mantan kepala SMA Negeri 4 dan SMA Negeri 6 Balikpapan ini, sudah ada kelonggaran agar sekolah yang menyelenggarakan RSBI bisa meminta bantuan orang tua siswa masing-masing sebesar Rp. 30.000, tidak boleh lebih dari itu, kendati kemungkinan ada yang mau membantu melebihi angka itu, namun dengan adanya bantuan sumbangan pihak ketiga justru akan menimbulkan masalah diinternal sekolah. Masih menurut Manulang, dengan adanya bantuan sumbangan itu maka sekolah harus bisa menambah jam belajar siswa paling tidak 45 menit dan itu pasti akan menimbulkan kecembutuan siswa lain yang tidak mendapatkan tambahan jam pelajaran termasuk guru-guru RSBI pasti akan mendapat insentif karena harus mengajar ekstra. ‘’Kecemburuan akan muncul baik dari para guru yang tidak mengajar RSBI dan siswa yang tidak masuk RSBI, para guru RSBI pasti akan mendapat insentif tambahan jam pelajaran, siswa akan mendapatkan tambahan jam belajar, sedangkan siswa non RSBI termasuk gurunya tidak mendapatkan tambahan apa-apa,’’ kata Manulang.max
|