Penumpang Minta Ketepatan Waktu Terbang2012-01-25 18:37:40
Balikpapan, Nyaris terjadi keributan dibadara Sepinggan Sabtu (21/1) lalu hanya karena pesawat Merpati tujuan Makassar terlam bat terbang sedangkan penumpang sudah menunggu lebih dari empat jam sesuai apa yang disampaikan pemerintah melalui Kemenhub belum lama ini, jika terjadi keterlambatan pemberangkatan pesawat m elebihi empat jam mmaka airlines harus membayar Rp. 300.000. Karena pihak airlines Merpati belum ada di loket bandara Sepinggan maka para penumpang mulai mempertanyakan komitmen perusahan penerbangan itu kalau akan memberikan layanan prima, namun kali ini pesawat terlambat terbang dan tentunya penumpang tidak tahu penyebab keterlam batan terbang itu, loket Merpati se mpat dipenuhi calon penumpang untuk mempertanyakan keterlambatan terbang itu. Sempat terjadi keributan antara penumpang dengan pihak Merpati Air yang nyaris berujung pada aksi anarkis di Bandara Sepinggan Balikpapan, pada Sabtu malam lalu dan ini hendaknya menjadi pelajaran penting bagi maskapai untuk tidak lagi mengabaikan hak-hak para penumpang terutama terkait jam terbang agar tidak terlambat. Ketua Association of the Indonesia Tour and Travel (ASITA) DPD Kaltim, Joko Purwanto mengingatkan, bahwa sejak 1 Januari 2012 telah diberlakukan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 77 tahun 2011 yang mengatur tentang asuransi keterlambatan, bagasi hilang serta kecelakaan bagi penumpang pesawat udara. "Kami masih meminta adanya toleransi dari penumpang kepada maskapai atas Permenhub itu, pengurus ASITA Kaltim ini secara bijak menanggapi soal ricuh penumpang Merpati, menurut Joko, Kemenhub memberikan waktu tiga bulan untuk sosialisasi baik kepada maskapai atau penumpang setelah aturan tersebut ditetapkan jadi Permenhub efektifnya 1 April nanti, kalau sekarang penumpang tidak bisa menuntut banyak,"katanya. Budiarto, salah seorang penumpang pesawat klain saat ditemui di ruang tunggu bandara Sepinggan mengatakan, adanya Kepmenhub memang akan membantu penumpang untuk menutnut hak mereka namun yang paling utama adalah calon penumpang berharap jam terbangnya benar-benar sesuai yang ada di tiket, penumpang tidak berharap mendapatkan kompensasi tapi waktu terbangnya harus tepat. "Kalau jam terbangnya sesuai yang ada didalam tiket pasti nama baik airlines itu akan menjadi kenangan para penumpang, tapi kalau sampai terjadi penundaan atau hal lain maka nama baik airlines menjadi tidak bagus, olehnya kami menyarakan agar ASITA bisa membicarakan masalah itu dengan pihak airlines yang ada sehingga bandara Sepinggan Balikpapan tidak terkena imbas dari kasus Merpati itu,"ungkapnya. max
|