Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah Flu Burung2012-01-25 18:49:42
SAMARINDA, Masyarakat Kaltim diimbau membiasakan hidup bersih dan sehat. Terutama mencuci tangan pakai sabun setiap hari. Ini karena melihat kondisi kesehatan masyarakat di Indonesia yang kini dilanda wabah flu burung. Seperti yang dialami masyarakat Kampung Ciodeng, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang dan Bontang, yang diduga unggasnya juga positif suspect flu burung. “Agar kita tidak terjangkit flu burung, pencegahannya, yakni mari menerapkan setiap hari untuk mencuci tangan pakai sabung. Yang jelas, awalnya tidak tidak kontak langsung dengan unggas,” ujar Kadis Kesehatan Kaltim HM Syafak Hanung ketika ditemui di Setprov Kaltim, Selasa (24/1). Selain itu, kata dia, untuk pencegahan agar tidak terjangkitnya flu burung, masyarakat Kaltim diminta apabila melihat ada unggas mendadak mati, segera melapor ke Dinas Peternakan, untuk diketahui penyebab kematian unggas tersebut, apakah positif flu burung atau bukan. “Yang jelas, apabila jika sudah mengetahui kondisi tersebut maka segera mungkin untuk mengubur unggas yang mati tersebut. Kemudian, mencuci tangan pakai sabun,” jelas Syafak. Jika mengetahui penyakit flu burung tersebut, maka para ibu-ibu rumah tangga diharapkan tidak terlalu ketakutan, sehingga tidak mau membeli dan makan daging ayam dan telur yang biasa dijual di pasar. Namun yang terpenting adalah masak dengan benar tentu tidak ada masalah. “Insya Allah hingga saat ini di Kaltim tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan bahwa ada orang yang terkena flu burung. Tapi, kalau unggas, baru-baru ini ada dikabarkan di Bontang yang positif flu burung. Sedangkan untuk manusianya belum ada. Mudah-mudahan kami berharap tidak terjadi,” harap Syafak. Selain itu, lanjut Syafak indikasi penularan virus flu burung untuk tiga bulan ke depan, khususnya bagi Kaltim dipastikan aman. Hanya saja, untuk mencegah terjangkitnya virus tersebut, masyarakat diimbau agar tetap waspada. “Insya Allah aman. Hanya saja, untuk indikasi terjadinya penyebaran virus flu burung tersebut, Dinas Kesehatan informasinya masih tergantung dari Dinas Peternakan Kaltim. Sebab, biasanya virus tersebut terjadi ketika adanya unggas yang datang dari luar daerah, dalam hal ini kita contohkan dengan unggas jenis ayam,” jelas Syafak. Sebelum adanya indikasi tersebut, kata dia, perlu adanya pegawasan terhadap unggas tersebut. “Artinya, jika ada indikasi terjangkitnya virus flu burung tersebut, maka pemerintah telah siap untuk mengatasinya,” pungkas Syafak.mar
|