KONI Anggap Aneh Pembekuan PSSI Kaltim2012-01-31 19:50:29
SAMARINDA, KONI Provinsi Kalimantan Timur menganggap aneh keputusan PSSI Pusat membekukan kepengurusan PSSI Kaltim, karena sebelumnya tidak ada laporan terkait kesalahan pengprov PSSI Kaltim kepada KONI Kaltim yang juga menaungi semua pengurus olahraga di daerah. "Pada saat pengajuan SK pengurus PSSI Kaltim beberapa waktu lalu salah satu lembaran pengesahan adalah rekomendasi dari KONI Kaltim, karena memang secara faktual mereka merupakan organisasi olahraga dibawah naungan KONI Kaltim, tapi begitu dibekukan kami tidak ada diajak koordinasi, ini yang saya angap keputusan aneh," terang Achmad Subhan ketua Binpres KONI Kaltim di Samarinda, Senin. Subhan mengaku cukup terkejut dengan keluarnya keputusan dari Djohar Arifin Husein, Ketua Umum PSSI Pusat soal aturan yang dikeluarkannya. “Apa yang dilakukan PSSI Pusat sangat tidak prosedural pasalnya Ketua Umum Pengprov PSSI itu dipilih anggotanya yang terdiri dari Pengkot dan Pengkab PSSI di Kaltim. Selain itu juga PSSI Kaltim berada di bawah naungan KONI Kaltim. Jadi kalau secara mendadak digulingkan dengan menunjuk orang lain sebagai penggantinya, ini sangat tak prosedural,” ujarnya. Dijelaskannya, kalau era dulu saat PSSI Kaltim masih bernama Komisaris Daerah (Komda), keputusan bisa langsung dikeluarkan PSSI karena Ketua Komda di daerah ditunjuk PSSI Pusat. Namun kalau saat ini hal tersebut tak bisa dilakukan. Kalaupun ada pembekuan pengurus atau penunjukan karteker, harus ada rekomendasi dari KONI Kaltim. “PSSI Kaltim itu bagian dari anggota KONI Kaltim. Terpilihnya ketua pun melewati beberapa tahapan, termasuk diketahui PB cabor dalam hal ini PSSI Pusat, jadi tak bisa main tunjuk orang lain dengan mengeluarkan keputusan sepihak,” tegasnya. Berdasarkan laporan di bidang organisasi KONI Kaltim , PSSI Kaltim tak pernah melanggar aturan, dibuktikan dengan tidak pernah adanya laporan di terima KONI Kaltim tentang kejanggalan kepengurusan PSSI Kaltim di bawah komando Achmad Amins. “Kalau ada kesalahan dari PSSI Kaltim, tak usah PSSI Pusat yang menjatuhkan sanksi, sebab KONI Kaltim bisa melakukan pembekuan untuk selanjutnya dilaporkan ke PSSI Pusat,” terangnya. Subhan cukup menyayangkan keputusan ketua umum PSSI Johar Arifin, yang sebenarnya sangat tahu aturan organisasi olahraga seperti itu. Sebab Djohar pernah menjabat sebagai Sekjen KONI Pusat dan juga Deputi di Menegpora. Subhan menilai ada indikasi keputusan PSSI pusat itu untuk tujuan memecah belah persepak bolaan di Kaltim saat ini. Sebab dengan menunjuk Viktor Yuan sebagai carateker yang notebene orang Kaltim, berarti akan ada dua kubu berseberangan. “Ini seperti taktik penjajah dulu 'adu domba', untuk kepentingan tertentu tanpa mempedulikan kondisi di daerah, sungguh disayangkan,"tegas Subhan. at
|