Awang Wacanakan Pemanfaatan Lahan Eks Tambang

2012-02-01  16:13:30

SAMARINDA, Kondisi lahan eks tambang batu bara di wilayah Kaltim terus diupayakan pemanfaatannya. Diantaranya dengan menfaatkan lahan bekas tambang untuk bisa menjadi lahan perumahan, apartament dan olahraga golf dengan menjadi danau untuk pemandangan alam lapangan golf.
Wacana itu dikemukakan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, dalam sambutannya ramah tamah Open Golf Tournament Gubernur Cup 2012 di Lamin Etam, Minggu (29/1) lalu.
"Lubang bekas tambang tak mungkin bisa ditutup. Dan harus dimanfaakan menjadi lapangan golf. Kalau ada lubang yang menjadi kolam dan disitu bisa bermain golf sangat baik," kata Awang.
Pemanfaatan lahan eks tambang itu di Samarinda bisa dilakukan seperti lahan bekas tambang PT Lana Harita dan PT Insani Bara Perkasa. Kemudian, di kota Bontang ada pula lahan tambang PT Indominco Mandiri. Pengalaman menyulap lahan bekas tambang menjadi apartement dan danau alam sudah dilakukan oleh Negeri Jiran Malaysia. Awang dan Irianto Lambrie sudah pernah meninjau ke daerah tersebut dimana lahan bekas tambang menjadi lapangan golf.
Sebelumnya, ketika hendak melakukan pemukulan bola golf, Awang mengungkapkan idenya agar permasalahan pemanfaatan lahan eks tambang untuk pengembangan kota mungkin bisa dijadikan lapangan golf, perumahan atau apartement. Dengan begitu, lahan eks tambang bisa berfungsi sebagai kota satelit sebagai pendukung kota induk.
Sementara itu, Dinamisator Jatam Kaltim Kahar Al Bahri menilai wacana Gubernur Kaltim memanfaatkan lahan eks tambang menjadi lapangan golf, menyesatkan. Sebab, wacana tersebut tak masuk akal. Kemampuan perusahaan tambang terbatas untuk mengubah lahan bekas galian menjadi lapangan golf. Gubernur sebaiknya tetap harus mengawasi reklamasi bekas tambang di Kaltim yang luasannya mencapai 5,2 juta hektar.
"Gubernur jangan terbawa-bawa mewacanakan pemanfaatan lahan eks tambang untuk perumahan, apartement, lapangan golf dan budidaya perikanan. Karena, wacana itulah digunakan perusahaan tambang tidak mengembalikan lahan yang digali untuk diperbaiki lingkungan. Wacana itu pula digunakan Waliktoa Samarinda untuk meredakan publik yang telah menjadi korban tambang," kata Ocha.
Hal senada juga diungkapkan Divisi Hukum Jatam Kaltim, Merah Johansyah menilai wacana Gubernur itu tak pantas dilontarkan ke publik. Sebab, tambang di Kaltim sudah banyak memakan korban jiwa.
"Soal pertambangan di kaltim bukan lucu-lucuan, tak pantas seorang Gubernur melontarkan hal-hal yg tak bisa beliau pertanggungjawabkan. Karena tambang ini udah menelan banyak korban. Contoh terakhir 2 hari lalu santri usia 14 tahun tewas di Tenggarong Seberang dikawasan lubang eks tambang," katanya.
Merah menambahkan, Gubernur sebaiknya tidak berkomplot dengan pengusaha tambang untuk menghindari reklamasi dan rehabilitasi tambang. Gubernur sebaiknya berhenti berwacana. Karena yang dibutuhkan sekarang adalah Reformasi kebijakan.
"Yang paling utama adalah menghentikan tambang sebagai pilihan Ekonomi karena umurnya pendek dan daya rusak terhadap ekonomi sosial, budaya yg tak terpulihkan, Pemprov mesti kreatif mengembang sektor ekonomi lain selain tambang," pungkasnya. aon

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...