Pelabuhan Peti Kemas Kariangau Juni Beroperasi2012-02-05 16:12:00
Balikpapan, Dipastikan operasional pelabuhan kontiner (Peti kemas) Kariangau segera dioperasikan, pembangunan dermaga pelabuhan itu sudah rampung sekitar 84 persen dan tinggal pemasangan berbagai alat angkut peti kemas yang kini sedang dikerjakan, diperkirakan akhir Juni 2012 tau awal Juli 2012 sudah okey dan siap difungsikan. Pimpinan Proyek, PT Pelindo IV Cabang Balikpapan, Arwin, ST mengatakan pembangunan pelabuhan peti kemas terus dikerjakan dan semua sudah sesuai schedule, kalau ada keterlambatan sedikit beberapa waktu lalu itu karena pengerjaan itu terkendala semen yang kosong di Balikpapan, tidak hanya itu karena juga factor cuaca namun yang paling dirasakan adalah hilangnya semen dipasaran. ‘’Untuk mengantisipasi kekurangan semen, PT Pelindo IV sudah melakukan kontrak dengan pabrik semen Tonas di Makassar sehingga tidak ada alas an lagi pasokan semen habis, kami sudah melakukan Memodandum of Understanding (MoU) dengan pihak pabrik semen Tonasa sehingga tidak ada masalah lagi soal semen,’’ kata Arwin, saat ditemui diruang kerjanya, kemarin. Didampingi Kahumas PT Pelindo IV Balikpapan Bahdiana, mengatakan pembangunan pelabuhan peti kemas 100 persen menggunakan dana dari PT Pelindo IV dan proyek itu terbagi 5 paket, yakni paket A terdiri dari reklamasi atau penurapan, lapangan penumpukan proyek ini merupakan proyek Departemen perhubungan sedangkan sumber dana murni dari PT Pelindo IV sebesar Rp. 965 miliar. Paket B pembangunan dermga/trestle menelan dana Rp.277 miliar, paket C adalah pembangunan perkantoran mulai dari PT Pelindo IV, Adpel Balikpapan serta semua stake holder yang ada kepentingan di pelabuhan itu termasuk mitra kerja PT Pelindo IV atau pengguna jasa lainnya, selain itu didalam dermaga itu sudah dibangun badan jalan dengan ketebalan semen cor setinggi 40 Cm sehingga kualitas dermaga sudah tidak diragukan lagi. Di Paket D, khusus untuk peralatan bongkar-muat akan menghabiskan dana sekitar Rp. 150 miliar dan pembangunan ini sudah mencapai 87 persen, peralatan yang dipastikan akan digunakan dipelabuhan peti kemas ini terdiri dari 2 kren, RTG 4 unit, truk treler sebanyak 10 unit dan ini semua milik PT Pelindo IV dengan total anggaran Rp. 4 miliar dan paket E, penggunaan jasa konsultan sudah dianggarkan sebesar Rp. 6 miliar. Dia juga mengatakan, pelabuhan peti kemas di Balikpapan ini termasuk terbesar di Kalimantan dan dilengkapi dengan peralatan modern, olehnya kami sudah berkonsultasi dengan berbagai pihak didalam tubuh PT Pelindo IV agar ketika barang-barang produk luar negeri itu sudah terpasang perlu dilakukan uji coba dan harus dilengkapi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang professional dan berkualiytas dibidangnya. ‘’Karena hamper 100 persen fasilitas di pelabuhan peti kemas produk luar negeri sehingga semua operator harus secepatnya menyesuaikan diri dan menguasai teknologi barang-barang itu sehingga ketika terjadi gangguan sudah tidak perlu lagi mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri kendati diakui nanti masih akan didatangkan tenaga asing untuk operasional peralatan canggih itu,’’ ujarnya.max
|