PDI-P Rombak Sistim Pencalonan Pemilukada PPU2012-02-06 21:14:50
Penajam, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Waru Habir menyatakan, PDI Perjuangan di semua tingkatan wilayah Kabupaten PPU harus berjuang maksimal agar pemilukada nanti meraih kemenangan dengan calon figur bupati dan wakil bupati yang diusung PDI Perjuangan, untuk itu strategi dan kesiapan kearah itu sudah mulai dijalankan dengan harapan semua DPC PDI-P bekerja maksimal meyakinkan kader dan masyarakat kalau PDI-P mampu menjadi yang terbaik tahun 2013. ‘’Sesuai instruksi pimpinan partai baik pusat, provinsi dan kabupaten, pemilukada 2013 PDI Perjungan harus raih kemenangan dengan calon figur bupati dan wabup yang diusung PDI Perjuangan, olrhnya untuk membuktikan tekad itu kita harus bekerja keras, cermat dan dekat dengan masyarakat selain itu kader yang ada harus diberi peluang menjadi ujung tombak dimasing-masing wilayah,’’ terang Habir baru-baru ini. Menurut Habir, kalau sampai hari ini belum ada orang yang mencalonkan diri atau orang-orang yang dilirik bisa dipercaya untuk menjabat bupati PPU periode 2013-2018. "Namun kami mau katakana bahwa PDI-P ranting Waru benar-benar siap menggalang semua warga masyarakat yang ingin berjuang bersama PDI-P. Kami memang melirik banyak orang muda yang sudah memberikan sinyal untuk ikut dan mendukung perjuangan PDI-P PPU,"ujarnya. Dia juga mengatakan, sejak DPC PDI Perjuangan membuka kesempatan luas kepada masyarakat untuk melamar menggunakan perahu PDI Perjuangan beberapa bulan lalu. "Hingga saat ini belum ada bakal calon yang melamarnya. Namun kami sangat yakin menjelang batas waktu yang kami tentukan pasti aka nada sejumlah kader yang melamar,"ujarnya. Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Hartono Basuki mengatakan, mekanisme pengusungan bakal calon bupati dan wakil bupati yang diterapkan PDI Perjungan saat ini berubah dibanding pemilukada tahun lalu, dulu sebelum bakal calon lamar ke PDI Perjungan perlu melakukan banyak sosialiasi dan konsolidasi ke masyarakat. "Ke depan kami melihat cara itu tak efisien, karena belum apa-apa sudah banyak habiskan biaya,"katanya. Berpengalaman pemilukada sebelumnya yang menggunakan sistim seperti itu yakni setiap calon bupati harus melakukan sosialisasi dan konsolidasi. Padahal belum tentu mereka akan lolos proses seleksi dan verifikasi partai. "Jadi, kami akan tinggalkan cara seperti itu, silahkan masyarakat langsung datang melamar ke PDIP. Baru dilakukan tahapan verifikasi, sosialisasi dan konsolidasi," jelas Hartono yang juga menjabat sekretaris DPC PDI Perjuangan PPU ini. max
|