Perusahaan Tambang Batu Bara Harus Jaga Dampak Lingkungan2012-02-06 21:22:09
TENGGARONG, Komisi I DPRD Kukar mengingatkan kepada seluruh perusahaan tambang batu bara di Kutai Kartanegara untuk tetap memperhatikan kelestarian dampak lingkungan pasca tambang, agar kondisi lingkungan di Kutai Kartanegara tidak semakin parah rusaknya. Hal tersebut disampaikan ketika melakukan inspeksi mendadak, Rabu (31/1) pecan lalu ke perusahaan Batu Bara PT Anugrah Bara Kaltim (ABK) Loa Janan. Sidak dilakukan untuk mengetahui secara jelas terkait dengan operasinya perusahaan batu bara tersebut. Anggota Komisi I yang melakukan sidak diantaranya yakni Guntur SSos selaku Ketua Komisi I DPRD Kukar, Firnandi Ikhsan, Hery Prasetyo Nugroho, Hayansyah dan Isnaini. “Kita meminta kepada perusahan tambang batu bara, bukan hanya PT ABK tapi semua perusahan yang melakukan aktivitas penggalian batu bara di Kukar, harus menjaga dampak lingkungan dari kerusakan seperti kebisingan, debu, kekeruhan air, banjir, erosi maupun dampak sosial lainnya,” kata Guntur. Para Kedatangan rombongan diterima Kepala Teknik Tambang (KTT) PT ABK, Eko Sucipto didam-pingi Kepala operasional Lingkun-gan, Kris Sugito dan Bagian Perso-nalia PT ABK, S Wahyu Nurboko. Dalam pertemuan tersebut, anggota Komisi I mendapat pemaparan tentang keberadaan dan aktivitas PT ABK oleh Eko Sucipto. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2006 ini merupakan operator penambangan batu bara. Cakupan usahanya mulai dari eksplorasi lanjutan, pembangunan infra-struktur, penambangan, pengangkutan, pengolahan, hingga ke penjualan. Saat ini PT ABK sedang melak-sanakan penambangan batubara untuk dua pemilik Kua-sa Pertambangan (KP) yakni PT Multi Sarana Avindo (PT MSA) dan PT Welarco Subur Jaya (PT WSJ) dengan luas KP PT MSA seluas 4,430 Hektare dan PT WSJ seluas 375 Hektare. Sementara Isnainia agar pihak PT ABK memperhatikan pengaman lintasan karena ini sangat penting agar tidak memakan korban jiwa akibat aktivitas tambang. “Saya sering melintas di jalan yang dilewati mobil perusahan PT ABK, tapi selama saya melitas tidak ada penjaga, pos memang ada tapi petugasnnya entah kemana,” kata Isnaini. adv/awi
|