Djailani: Itu Bukan Ancaman Bagi KaltimSoal Ancaman Kabupaten Sinjai Stop Sembako
2012-02-06 23:38:02
SAMARINDA,Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim HM Djailani yang didibenarkan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Rodi Ahnadi. mengatakan, Pemprov Kaltim memastikan apa yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Sinjai, untuk menyetop pasokan sembako ke Kaltim bukanlah suatu ancaman. karena persediaan stok sembako Kaltim jika tidak didatangkan dari Sinjai juga tidak ada masalah. Sebab, stok sembako yang dimiliki Kaltim, terutama beras masih cukup. “Pasokan sembako Kaltim kan bukan dari daerah tersebut, ada dari Jawa, NTT dan NTB. Yang jelas, untuk sembako dan sayur-sayuran Kaltim lebih banyak mendatangkan dari Jawa. Nah, bahkan Kaltim bukan mendatangkan mendatangkan langsung dari Sinjanya, ya bisa dari Makassar,” ujar HM Djailani yang dibenarkan Rodi Ahnadi dan Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri (PLN) Djoni Topan ketika ditemui di ruang kerjanya di Jalan Basuki Rahmad Samarinda, Jumat (3/2). Menurut dia, untuk beras saja, sesuai rapat bersama distributor beras di Kaltim, terutama Bulog. Maka, jika melihat kondisi stok yang ada, beras di Kaltim masih bisa bertahan tiga hingga empat bulan ke depan. “Dari beras Bulog saja, Kaltim saat ini masih memiliki 13.200 ton yang diperkirakan mampu bertahan dalam tiga hingga empat bulan ke depan. Sedangkan stok beras yang dipasok melalui distributor 3.700 ton yang seluruhnya didatangkan dari Jawa dan Sulawesi. Insya Allah, 3.700 ton tersebut mampu bertahan hingga 1,5 bulan ke depan,” jelasnya. Pernyataan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Sinjai tersebut, Djailani menilai hanya rasa ketakutan saja yang berlebihan. Sebab, permasalahan itu dikarenakan Kaltim menuntut Judicial Review (JR) yang diprediksi jika JR tersebut dikabulkan, maka akan merugikan pendapatan dari daerah tersebut. “Saya pikir itu hanya ketakutan saja daerah tersebut. Nah, jika memang Pemerintah Pusat mengabulkan permohonan tersebut, tentu pasti ada formulasi yang akan dilakukan dan tidak merugikan daerah lainnya. Saya pikir tidak mungkin terjadi ada kerugian yang dialami daerah ini, Insya Allah itu,” jelas Djailani yang dibenarkan Rodi Ahnadi dan Djoni Topan. mar
|