Puluhan LSM Balikpapan Tolak Kehadiran FPI

2012-02-21  20:37:43

Balikpapan, Dimotori Forum Masyarakat Kalimantan, LPADKT, KPADKT, Brigade Manguni dan sejumlah LSM lainnya secara serempak mendatangi kantor walikota Balikpapan namun Walikota Rizal Effendi  sedang tugas keluar sehingga hanya diterima sejumlah pejabat pemkot Balikpapan seperti Kepala Kesbanglinmas Syaiful Bahri dan Kapolresta Balikpapan.
Kepada wartawan Syaiful Bahri mengatakan kalau sampai saat ini di Balikpapan belum ada laporan kalau ada FPI, namun kalau nantinya mereka datang, harus dijelaskan apa yang menjadi tuntutan masyarakat terkait peran FPI selama ini.
‘’Kami tidak bisa melarang kalau ada organisasi massa (Ormas) datang dan membuka kegiatan di Balikpapan namun karena sudah ada penolakkan dari warga kota Balikpapan maka ini menjadi perhatian kami, tentunya akan kami sampaikan bahwa FPI tidak diijinkan ada di Balikpapan,” katanya.
Koordinator Aksi Gabriel, menyatakan masyarakat Kalimanantan, masyarakat Kalimantan Timur khususnya masyarakat Kota Balikpapan meminta agar pemerintah dan DPRD menolak srta membubarkan FPI yang selama ini banyak melakukan aksi kekerasan sehingga mengakibatkan masyarakat dirugikan dalam jumlah sangat besar sebab FPI secara tidak segan-segan menghancurkan barang-barang maupun rumah dan toko serta isinya dan cara seperti itu sangat anarkis.
‘’Seharusnya, semakin banyak LSM di Tanah Air maka kondisi keamanan, kenyamanan dan komunikasi serta kebersamaan akan semakin bagus, bukan sebaliknya, olehnya FPI tidak layak ada dan hadir di Indoensia terutama di Kalimantan lebih khusus lagi di Balikpapan,” ujar Gabriel.
Dibagian lain, Tonaas Brigade Manguni Indonesia Fary Allan Malonda mengatakan kondisi kota Balikpapan yang sangat kondusif agar tidak terkontaminasi dengan tindakan FPI, karena selama ini keberadaan FPI disejumlah daerah tidak membuat masyarakat tenang justru sebaliknya merasa was-was dan takut untuk melakukan kegiatan ketika mereka mulai bergerak.
‘’Sebagai warga Negara yang berazazkan pancasila, kita tidak membeda-bedakan Ras, Agama, Suku dan lainnya, semua kita di Balikpapan sangat erat rasa persatuannya, olehnya jangan sampai kerukunan yang sudah terjalin selama ini hancur hanya karena masuknya FPI yang umumnya memaksakan kehendak,” ujar Farry Allan Malonda.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu petinggi FPI yang berencana akan melantik sejumlah pengurus FPI di provinsi Kalimantan Tengah (kalteng) mendapat penolakan besar-besaran dari seluruh warga masyarakat Kaltim termasuk warga Kalteng yang beragama Islam.
‘’Selama ini FPI banyak bergerak dikota-kota di Pulau Jawa namun disertai dengan kekerasan dan penghancuran toko, rumah dan fasilitas lain apalagi jika mereka masuk ditepat-tempat hiburan pasti akan terjadi penghancuran dan ini sebenarnya bukan cirri khas masyarakat Indoensia yang saling menghormati, menghargai dan saling membantu satu dengan lainnya,” tambah Gabriel.max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...