Masyarakat Kaltim Harus Optimistis Tatap Masa Depan2012-02-22 18:44:14
SAMARINDA, Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak menegaskan, masyarakat Kaltim harus optimistis menatap masa depan tersebut, terlebih lagi potensi Sumber Daya Alam (SDA) Kaltim sangat besar dan belum sepenuhnya tergali dan dimanfaatkan secara maksimal seperti minyak dan gas bumi, batu bara, batu kapur, granit, besi baja dan SDA lainnya untuk menunjang berbagai industri. "Sementara itu potensi kelautan, sungai, danau perikanan masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Sedangkan dari hutan yang tidak produktif Kaltim sangat potensial untuk pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI), peternakan, pengembangan aneka sektor perkebunan dan food estate untuk ketahanan pangan,"kata Awang Faroek Ishak dalam acara beberapa hari lalu. Ditambahkan, dengan perkembangan pembangunan yang kini kian meningkat, maka warga Kaltim harus tetap eksis dan bersama-sama dengan komponen lainnya di dalam masyarakat, tidak ketinggalan turut membangun bangsa dan negara ini menjadi lebih baik dan mampu menjawab berbagai masalah, tantangan serta dinamika yang mewarnai perjalanan bangsa dan negara ini dari masa ke masa. Dengan berjalannya waktu, maka reformasi dan otonomi daerah memberikan peluang yang sangat besar pada warga Kaltim untuk mencapai perubahan-perubahan dan perbaikan di daerah. “Mari kita ambil dan manfaatkan dengan baik. Ke depan, Kaltim tidak akan seperti dulu yang memiliki banyak ketertinggalan, dan juga tidak seperti sekarang ini lagi. Akan tetapi di masa depan Kaltim yang maju dan jaya,” tegasnya. Menurutnya, dengan otonomi daerah, daerah-daerah di Kaltim sudah mulai menapak kemajuannya. Terlebih lagi saat ini Kaltim merupakan satu dari enam Koridor Ekonomi Nasional. Selain itu, Pemerintah juga telah menetapkan MP3EI 2011–2025 yang dimaksudkan untuk percepatan pembangunan, meningkatkan kesejahtraan masyarakat serta mengurangi angka kemiskinanan, seperti pembangunan diberbagai bidang, baik infrastruktur, pelabuhan laut, udara, jalan tol maupun pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy di Kutim. “Untuk tahap awal secara nasional pemerintah akan meluncurkan 17 proyek infrastruktur baru senilai Rp 190 triliun untuk kegiatan 2011-2014. Setelah tahapan ini selesai akan dilanjutkan dengan tahapan selanjutnya hingga 2025. Total investasi tersebut bersumber dari pendanaan BUMN, swasta nasional, foreign direct investment, termasuk APBN,” jelasnya. Gubernur berpesan sebagai bagian dari komponen bangsa Indoensia yang satu, di alam kemerdekaan ini, warga Dayak dan seluruh masyarakat Kalimantan harus tetap setia, menjaga dan membela 4 (empat) Pilar Kehidupan Kebangsaan dan Bernegara yaitu; Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Kebhinnekaan. Kecintaan pada tanah air, wawasan kebangsaan dan nasionalisme. Begitu pula dengan adat istiadat, seni budaya dan kearifan lokal di daerah masing-masing harus terus ditumbuh-kembangkan dan ditingkatkan serta diwariskan kepada anak-cucu generasi Kalimanantan di masa depan.mar
|