Puluhan Warga Blokir Jalan Operasional PT MHU

2013-10-10 01:55:40SAMARINDA, Poskota Kaltim Puluhan warga 4 Desa di kawasan pertambangan PT Multi Harapan Utama (MHU) melakukan aksi memblokir jalan operasional. Mereka menuntut dipekerjakan. Puluhan orang dari 3 Desa di Kecamatan Loa Kulu dan 1 Desa di Kecamatan Sungai Kunjang Samarinda ini meminta kepada perusahaan PT MHU memperkerjakan para pemuda Desa dan warga yang memiliki keahlian. Arbain, warga Loa Buah yang juga koordinator aksi mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat di sekitar areal konservasi pertambangan PT MHU. "Ini bentuk kekecewaan warga terhadap PT MHU, khususnya PT Cipta Kridatama (PT CK) yang merupakan kontraktor PT MHU untuk melakukan pertambangan," kata Arbain. Sebelumnya masyarakat dan PT CK sudah melakukan pertemuan untuk membahas persoalan tenaga kerja. Dalam pertemuan sebelumnya pihak CK dan warga sudah sepakat bahwa perusahaan akan memperkerjakan para pemuda di 4 Desa sebagai tenaga kerja skil dan non skil. Kalau non skil lanjut Arbain, sudah tidak ada masalah, perusahaan memberikan kuota 100 persen untuk pekerjaan ditambang, seperti keamanan, pembantu di kantor dan beberapa tugas dilapangan. Namun masalahnya adalah tenaga kerja skill. Pihak perusahaan telah berjanji akan memperkerjakan tenaga kerja lokal sebanyak 80 persen dan tenaga kerja yang berasal dari luar 20 persen. Namun, kata dia, hal itu terbalik. Ketika perusahaan sudah beroperasi, perusahaan justru memperkerjakan lebih banyak tenaga kerja skil dari luar dibanding memperkerjakan masyarakat di 4 desa. "Apakah ini bentuk kepedulian mereka, perusahaan yang berusaha di tempat kami, apakah kami hanya dijadikan penonton," tanya Arbain. Dari itu, melalui aksi ini pihaknya menggugah perusahaan agar peduli terhadap masyarakat yang kedepan akan menerima imbas dari beroperasinya perusahaan ini. Disinggung mengenai pernyataan perusahaan yang bersedia menerima para warga yang memiliki skill Arbain mengaku hal itu tidak benar. Beberapa warga yang memiliki skill dan berpengalaman di beberapa perusahaan tambang bahkan ditolak oleh PT CK meski mereka belum di tes dilapangan. "Inikan sudah tidak benar," tegas Arbain. Dari itu lanjutnya ia meminta agar perusahaan benar-benar menepati janjinya dan membuat kesepakatan secara tertulis berapa persen pekerja yang bisa diterima. "Komitmen perusahaan harus jelas. Kami meminta perusahaan memberikan prioritas kepada masyarakat dan pemuda di desa yang berada disekitar perusahaan," tegas Arbain. Sementara itu Viktor, warga Loa Buah mengaku geram kepada perusahaan PT CK yang berjanji memperkerjakan warga desa disekitar tambang namun hasilnya nol. "Saya adalam mantan pekerja Petrosea, namun saya kecewa saat melamar berkerja ditempat ini justru ditolak tanpa alasan yang jelas bahkan belum sempat dites," kata Viktor. Dari itu ia meminta agar PT MHU meninjau ulang rekrutmen pegawai di PT CK dan lebih memprioritaskan penerimaan kepada warga sekitar tambang," kata Viktor. Sementara itu perwakilan PT MHU yang coba dikonfirmasi terkait hal ini enggan berkomentar lebih jauh. "Maaf saya tidak berkompeten memberikan penjelasanekpada wartawan terkait hal ini," katanya. M4n

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim


New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2456 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...