KPU Cek DPT Invalid di Samarinda

2013-11-15 01:13:21

SAMARINDA, Poskota Kaltim
Banyaknya data Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ganda dan tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda bertindak cepat.
Komisionaris KPU Kota Samarinda Ramaon Saragih didampingi Syahruddin anggota Panwaslu Kota Samarinda langsung melakukan pengecekan sampling secara acak.
Berdasarkan data yang dimiliki KPU Kota Samarinda dari 10 Kecamatan terdapat 6.558 pemilih yang tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan. Sementara 12.369 pemilih justru tidak memiliki nomor Kartu Keluarga.
"Atas dasar KPU kemudian melakukan pengecekan lapangan. Hal ini juga terkait permintaan KPU pusat agar semua KPU daerah menyelesaikan persoalan DPT ini," kata Ramaon kepada Poskota Kaltim kemarin.
Jika melihat data DPT kota Samarinda yang mencapai 566.036 jiwa, angka 6558 tidak signifikan, namun hal itu jelas berpotensi menimbulkan persoalan hukum jika tidak diselesaikan. Saat ini KPU baru saja menyelesaikan perbaikan  DPT ganda yang dilaksanakan oleh tim IT KPU Kota Samarinda.
"Saat ini sudah tidak ada DPT Ganda, semuanya sudah di coret dan saat ini KPU Fokus menyelesaikan data pemilih yang tidak memiliki NIK dan NKK," katanya.
Sejauh ini lanjutnya warga yang terdaftar tidak memiliki NIK ternyata orangnya ada. "Jangan sampai ada pemilih kita yang tidak dapt mengikuti Pileg 9 April mendatang," kata Ramaon.
Sementara itu dalam pendataan yang dilakukan KPU Ramaon menemukan beberapa Sample yang ternyata masyarakat yang terdaftar namun tidak memiliki NIK dikarenakan mereka tidak memiliki KTP.  Seperti yang ditemukan di kawasan Jl Pemuda  Samarinda Seberang, tim tidak menemukan penyimpangan.
Ditempat ini sedikitnya ada 28 daftar yang NIK nya Invalid dan setelah dilakukan pengecekan ternyata pemilih tersebut ada, hanya saja tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk.
"Tidak ada penyimpangan dikawasan ini dari 28 daftar yang ada ternyata tidak ada yang fiktif, seluruhnya nama yang terdaftar ternyata ada orangnya," kata Ramaon.
Sementara itu berdasarkan pengecekan di Rutan Klas 2 A Samarinda, Ramaon menegaskan bahwa dari 810 daftar Pemilih yang tidak memiliki NIK, Ramaon mengaku tidak masalah.
"Para warga yang ada di rutan seluruhnya ada, hanya saja nantinya perlu pengaturan lebih lanjut dari KPU menyangkut para pemilih yang terdaftar di Rutan, lapas dan lapas narkotika," kata Ramaon.
Sementara itu Syahruddin mengaku bahwa panwaslu akan terus melakukan pemeriksaan terkait banyaknya pemilih yang tidak memiliki NIK dan terdaftar sebagai pemilih di DPT.
"Kita harapkan KPU segera melakukan perbaikan data yang bermasalah sehingga dipastikan tidak ada warga kota Samarinda yang dipaksa Golput akibat DPT yang bermasalah," kata Syahruddin.
Panwalu lanjutnya akan membantu KPU untuk melakukan verifikasi terhadap para pemilih yang bermasalah hingga saat ini. M4n

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim


New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2454 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...