PPU Garap Sawah 100 Ha di Desa Api-api

2009-10-01 12:25:12

2009-10-01 09:25:30

Poskota Kaltim.Com-PENAJAM : Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan (DP3K) Penajam Paser Utara (PPU) menambah luas lahan persawahan melalui percetakan sawah dan kini yang menjadi sasaran ada di desa Apiapi Kecamatan Waru seluas 100 Ha. Dengan harapan ke depan jumlah panen padi akan jauh lebih besar lagi, apalagi Kabupaten ini disiapkan sebagai lumbung beras di Kaltim.
Percetakan sawah yang dibuka itu seluas 100 hektare, milik warga Desa Apiapi, Kecamatan Waru dengan kepemilikan secara kolektif artinya masyarakat yang mengerjakan dan nantinya mereka juga yanbg akan menanam sampai panen, sedangkan pemerintah hanya memfasilitasi dengan membantu berupa anggaran dan peralatan kerja termasuk alat-alat berat.
‘'Kebijakan melakukan perluasan dan penambahan lahan persawahan tersebut bedasarkan pertimbangan yang matang, mengingat kabupaten kita ini dikenal sebagai lumbung padi. Karenya, setelah melakukan pendekatan kepada pemerintah desa dan masyarakat maka ide perluasan sawah mendapat dukungan penuh terutama dari masyarakat pemilik lahan,'' kata Manahar Simanjuntak, Kepala DP3K PPU kepada media ini.
Dia mengatakan, perluasan lahan sawah dilakukan dengan sistem percetakan sawah diatas lahan seluas 100 Ha digarap dan diupahkan ke masyarakat setempat yang dibiayai oleh pemerintah, mulai dari perintisan, alat berat sampai menjadi bentuk sawah siap garap sedangkan biaya yang diserap mencapai Rp 970 juta.
Dibukanya lahan persawahan baru, ujar Manahara, sebenarnya untuk mengimbangi jumlah penduduk yang kian hari terus bertambah, sementara lahan persawahan yang ada saat ini semakin menyempit.
"Untuk itu, kami sangat berharap dengan tambahan luasan sawah akan memberi nilai tambah dan kontribusi hasil panen mendatang," tandasnya.
Menurut Manahar, dilihat dari pertambahan penduduk terus berkembang dengan cepat tidak hanya diperkotaan namun juga di Kabupaten PPU terutama di Desa Apiapi ini, kalau secara makro hitungan detik manusia lahir ke dunia ini begitu cepat sekali dan ini akan berdampak pada kebutuhan sehari-hari.
Masih menurut Manahara, secara logika dengan bertambahnya penduduk dunia dan didaerah-daerah akan sangat berpengaruh terhadap luasan perkebunan atau pertanian, olehnya pemerintah terus berupaya untuk menyikapi pertumbuhan penduduk dengan memperluas areal pertanian.
Di Kabupaten PPU ini saja dalam kurun waktu 5 tahun saja berapa banyak lahan-lahan yang tadinya merupakan areal perkebunan dan persawahan, tapi dalam waktu yang sangat singkat lahan-lahan itu sudah berubah menjadi pemukiman warga dan ini artinya mempersempit areal perkebunan atau pertanian dan kalau ini terjadi maka akan berpengaruh pada hasil pertanian dan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Dia juga menambahkan, mengenai kepemilikkan lahan seluas 100 hektare itu diserahkan kepada warga pemilik asal, namun tiap warga dibolehkan sebatas memiliki hanya 2 hektare sawah.
"Bila lebih warga tak akan mampu menggarap luasan sawah itu dengan baik. Bagi yang memiliki lahan lebih dari 2 hektare harus diserahkan pada keluarganya dengan sistem gaduh," lanjutnya. max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim


New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2455 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...