Dinas Pasar Perlu Dipertahankan

2009-10-06 13:27:06

2003-01-01  05:09:08

Poskota Kaltim.com-Balikpapan : Ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong (ABS) bersama Wakilnya Syukri Wahid belum lama ini mengeluarkan statemen bahwa lembaga yang dipimpinnya getol mengusulkan pembubaran Dinas Pasar. Hal ini, karena keberadaannya dinilai seolah-olah justru hanya membebani pemkot serta tidak berjalan sesuai ketentuan yang ada.
Sejumlah pedagang di Pasar Klandasan mengaku kaget dengan munculnya statemen agar Dinas Pasar di bubarkan karena tidak ‘'menguntungkan'', sebaiknya statusnya bukan Dinas tapi tetap saja sebagai Unit Pengelolaan Teknis daerah (UPTD), mengaku kaget dan tidak percaya kalau lembaga itu lebih baik dibubarkan saja.
‘'Sebenarnya yang salah dalam pengeloaan itu bukan Dinas Pasarnya tapi sistim manajemen yang ada artinya pimpinan dilembaga itu perlu direformasi termasuk staf yang selama ini tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Yang salah piminannya bukan sistim yang tengah berjalan ini namun diakui sistim yang ada juga perlu direformasi,'' kata Abdullah, pedagang klontongan di pasar Klandasan.
Mantan Ketua RT Klandasan Ulu ini mengatakan kalau pihaknya sudah berpengalaman berjualan di pasar Klandasan dan dia melihat kalau Dinas Pasar hanya menjalankan tugas keseharaiannya menagih iuran harian, menata beberapa tempat didalam pasar. Namun tidak memberikan motivasi para pedagang untuk merasakan kalau petak-petak yang digunakan adalah milik sendiri.
‘'Para pedagang kan hanya datang berjualan, bersih-bersih juga ada orang lain, fungsi pasar tidak dimenegrti oleh para pedagang, ini yang harus di pahami setiap pimpinan Dinas Pasar, jangan hanya membangun pasar yang mentereng tapi pengelolaan tidak dikuasai, apalagi petak belum selesai tapi sudah pindahtangankan,'' ujarnya menambahkan.
Pedagang lain juga menilai apa yang diutarakan beberapa pimpinan dewan terkait membubarkan Dinas Pasar, itu pendapat yang tidak masuk akal, kita sebagai pedaghang ingin agar usaha kami terus berkembang, olehnya yang perlu dilakukan oleh Dinas Pasar dan pemerintah kota adalah memberikan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat yang akan datang berbelanja.
Kenyamanan dimaksud adalah, pasar harus ditata dengan rapi, gang-gang yang ada harus lebih luas sehingga membuat pembeli merasa nyaman dan pedagang tidak sembarangan buang sampah, mampu memberikan layanan yang baik kepada pembeli dan itu semua harusnya menjadi tugas Dinas pasar melalui pertemuan-pertemuan atau sarasehan, kata Ismail, seorang pedagang di Pasar Baru..
Dia mengatakan, pemkot harus berani memberangus orang-orang dalam Dinas Pasar yang bekerja seenaknya saja, tidak professional dan tidak memiliki kemampuan memimpin para pedagang sehingga keberadaan pasar di Balikpapan benar-benar memberikan kenyamanan, jangan menjual petak untuk kepentingan diri sendiri, apalagi mendatangi para pedagang dengan maksud tertentu.
Pedagang lain justru menyoal dewan ‘'kurang kerjaan'', karena menurutnya masih banyak hal penting yang bisa dilakukan, jangan hanya melemparkan statemen bubarkan dinas pasar, mereka sendiri tidak memberikan solusi bagaimana pasar yang ideal di daerah ini.
"Kami tidak respon ide yang dimunculkan pimpinan dewan yang asal bunyi itu, nggak melihat kenyataan dilapangan," ujar Syahruddin, pedagang Klandasan. max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

Jumat 24 Oktober 2014
Jumat 24 Oktober 2014
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2478 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...