UU Lalin No 22 Tahun 2009, Belok Kiri Ikuti Isyarat

2009-11-01 12:24:28

2009-11-01  09:27:22

TENGGARONG : Terkait banyaknya pertanyaan masyarakat, apakah pengemudi kendaraan yang hendak belok kiri, boleh langsung atau harus mengikuti isyarat lampu lalu lintas (traffic light). Satlantas Polres Kukar dalam rilisnya yang dikirimkan melalui emailnya pada Poskota Kaltim menerangkan sesuai UU lalu lintas nomor 22 tahun 2009, maka semua pengendara wajib berhenti kecuali ada tanda oleh rambu atau alat pemberi isyarat lainnya.
Selama ini ada keraguan dari masyarakat pengendara, apakah mereka yang berbelok kiri wajib mengkuti isyarat lampu atau boleh meneruskan perjalanan secara langsung. Keraguan itu terjadi lantaran kurangnya sosialisasi dari kepolisian, apalagi beberapa rambu bertuliskan "belok kiri ikuti isyarat lampu" yang semula terpasang di beberapa persimpangan malah hilang.
Akibatnya masyarakat pengguna jalan makin bertambah bingung, apakah hilangnya rambu tersebut karena dilepas aparat atau dicuri orang iseng.
Lalu lintas di Tenggarong memang belum terlalu padat seperti Samarinda, namun jalan protokol di kota ini rata-rata tidak lebar. Ketika traffic light menyala merah kendaraan yang berhenti otomatis menutup bahu jalan sebelah kiri, sehingga mereka yang ingin belok tidak dapat lewat.
"Hal itu membuat beberapa orang yang ingin belok kiri jengkel, sehingga saya pernah diomeli karena dianggap tidak tahu aturan," kata Dian seorang tukang ojek di kawasan jalan Penjaitan.
Sumber Poskota di jajaran Polres menjelaskan, dalam menangani persoalan lalu lintas di daerah ini pihaknya bertindak secara persuasif dan edukatif. Karena Tenggarong memang terbilang baru belajar dalam menerapkan aturan lalu lintas sehingga banyak warga tidak mengerti apakah aturan itu ada atau tidak.
Seperti kasus belok kiri, pada UU sebelumnya hal itu boleh dilakukan, namun sesuai UU nomor 22 tahun 2009 hal itu dilarang.
Demikian pula dengan penerapan aturan kelengkapan berkendara, seperti penggunaan helm standar, spion ganda, lampu siang dan surat menyurat lainnya adalah bagian dari UU 22 tersebut. Memang terkesan angker dan mahal, tetapi itu adalah upaya aparat untuk melakukan tindakan edukasi pada warga pengguna jalan sehingga nantinya akan terbiasa tertib yang mana hal itu akan menekan angka kecelakaan lalu lintas yang semakin tinggi akhir-akhir ini. rin

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim


New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2458 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...