Seniman Balikpapan Beraksi di Putussibau Artvagansa

2009-12-15  22:34:16

BALIKPAPAN: Dua komunitas seni Balikpapan yaitu Sanggar Sairi Lumut dan Jaringan Perupa Independen Balikpapan kembali melibatkan diri dalam pameran lukisan "A Conversation With Colors " dalam rangkaian kegiatan "Putussibau Artvagansa 2009" di Kapuas Hulu, provinsi Kalimantan Tengah belum lama ini.
Acara dengan lebel Putussibau Artvagansa 2009 menghadirkan sejumlah seniman baik dari Putussibau maupun dari luar. Dengan beragam keahlian serta produk yang benar-benar memukau masyarakat seni dan umum. Dalam pameran itu dihadirkan sejumlah hasil karya seni seperti seni tari, seni pantun, seni musik dan graffiti.
Khusus pameran lukisan, ini petama digelar di Bumi Uncak Kapuas, Kalimantan Tengah sebagai upaya untuk membuka ruang kreativitas di kalangan generasi muda serta membuka ruang interaksi budaya, khususnya seni rupa.
Pameran yang bersifat apresiasi ini menampilkan lebih dari 40 karya lukis dengan berbagai macam corak dan gaya . Dengan melibatkan seniman Putussibau, Pontianak, Binjai, Magelang dan Balikpapan. Khusus dari Balikpapan, seniman yang ikut terlibat adalah Sairi Lumut, Surya Darma, Timbul Cahyono dan Akbar.
Keterlibatan karya - karya seniman Balikpapan dalam pameran ini dijadikan acuan dan tolok ukur bagi seniman setempat untuk dapat memberikan sebuah wacana ataupun inspirasi, memandang dan menilai dengan gambaran obyektif tentang potensi diri dalam pencapaian artisitk dari seniman - seniman di kota Putussibau.
Menurut Surya Darma, pelukis dan seniman asal Balikpapan yang baru saja menghadiri perhelatan pameran lukisan di Taman Ismail Marzuki Jakarta November lalu. Sebagai warga Balikpapan, ia bangga bisa membawa nama kota di acara hasil kerja sama Bengkel Seni Putussibau, Sanggar Seni Rupa Nuansa (Pontianak) dan Jaringan Perupa Independen Balikpapan yang didukung sepenuhnya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu, Pontianak ini.
Balikpapan sendiri bisa disebut sebagai barometer seni lukis di wilayah Indonesia Timur selain Manado dan Makassar, melalui komunitas Jaringan Perupa Independen Balikpapan (JPIB), mereka bertekad terus menebar "virus" seni rupa hingga ke pelosok daerah, seperti yang pernah digelar di Tanjung Selor bersama komunitas Komunitas Musik Etnis Tanjung Selor (KOMET) baru-baru ini.
‘'Kami berharap kerjasama ini terus berlanjut, karena even seperti ini akan muncul pelukis dan seniman yang selama ini belum muncul dipermukaan. Dengan virus seni, kita bisa majukan nilai budaya dan kepariwisataan,'' ujat Surya Darma.max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim


New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2407 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...