Panwas Nilai Polisi Terbawa Arus Sistem KPU

2009-06-02 14:24:48

2009-06-02  11:25:11

Poskota Kaltim.Com-SAMARINDA : Meski calon anggota DPRD Kota maupun Kaltim terpilih telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). tetapi kisruh perhitungan suara pada pelaksanaan Pemilu lalu ternyata masih berlanjut.
Kali ini, anggota Panwas Kaltim Jufri Mussa menilai bahwa aparat kepolisiaan Poltabes Samarinda terbawa irama dan sistem KPUD, sehingga sulit bagi pejabat kepolisiaan untuk menindak anggota KPU.
Terjadinya kekurangan ini telah dilaporkan kepada Polisi berulang kali, namun hingga rapat penetapan calon anggota Lagislatif beberapa waktu lalu tidak pernah menanggapi surat rekomensasi dari panwas Kaltim.
"Kalau mau polisi seharusnya sudah langsung mengamankan para anggota PPK yang terlibat pada saat rencana pemindahan kotak suara," kata Panwas Kaltim Jupri Musa kepada Poskota Kaltim, Selasa (2/6) kemarin.
Disinggung tentang laporan anggota PPD melalui tim kuasa hukumnya Jupri mengaku hal itu sah-sah saja, karena yang menentukan apakah ini pelanggaran pemilu atau bukan sangat tipis.
Panwas pada intinya sangat sependapat dengan PPD, apalagi sebelum melaporkan hal ini pihaknya telah melakukan konsultasi kepada kejaksaan.
Memamg lanjutnya jika sesuai aturan tidak ada celah, namun masyarakat akan terus berupaya mengambil haknya.
Jupri mengaku bahwa dirinya baru diperiksa aparat kepolisiaan terkait laporan PPD Kaltim.
Kepada petugas, Jupri menjelaskan beberapa kronologis dilapangan saat itu, dari pendataan hasil rekapitulasi ditingkat PPK hingga penetapan oleh KPU Kaltim.
Pada pemeriksan itu lanjutnya Panwaslu mengatakan bahwa tlah terjadi kecurangan pada proses perhitungan suara di tingkat PPK samarinda seberang.
Namun memang semua rekomendasi yang diberikan Panwaslu selalu tidak dijalankan oleh KPU, sehingga tidak salah jika Panwas menuding bahwa telah ada sebuah skenario besar didalam KPU untuk meloloskan caleg-caleg tertentu.
Lanjutnya PPK terbukti melakukan kecurangan. Bahkan rapat pleno yang dilakukan KPU terkesan amburadul dan terkesan setiap keputusan yang dikeluarkan KPU tidak konsisten dan Pimplan sehingga memunculkan berbagai permasalahan yang kasusnya menjadi tidak jelas apakah ini sengketa pemilu atau pidana.
"Semuanya menjadi tidak jelas sekarang, bahkan Polisi terkesan ikut skenario KPU dengan cara memback up semua keputusan yang dikeluarkan KPU," kata Jufri.
Bisa dilihat saat ini lanjutnya Polisi terkesan sengaja tidak menerima atau memproses laporan tim kuasa hukum PPD dan Guntur beberapa waktu lalu.
Yang pasti lanjut Jupri tugas panwaslu sudah selesai. M4n

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

Jumat 24 Oktober 2014
Jumat 24 Oktober 2014
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2478 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...