Pusat Harus Memperhatikan Pemeliharaan Jalan di Kaltim

2010-03-14 22:06:40

2010-03-14  22:06:17

SAMARINDA-Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak menegaskan, pemerintah pusat harus memperhatikan pembangunan infrastruktur di Kaltim. Khususnya pembangunan trans Kalimantan. Selain itu pusat harus bisa memberikan dana lebih untuk pemeliharaan jalan.
"Sebab biaya pemelihraan jalan yang ada sekarang ini hanya Rp10 juta per satu kilometer. Hal itu tentu sangat tidak mencukupi. Dimana pemeliharaan jalan seharusnya Rp100 juta per kilomer. Sebab struktur tanah yang ada di jawa dan Kaltim sangat jauh berbeda. Tanah kita sifatnya sangat labil, dengan tergurus air maka sering menimbulkan longsor disisi kanan dan kiri jalan," papar Awang Faroek Ishak dalam jumpa pers dengan wartawan belum lama ini.
Terkait dengan perbaikan jalan, Awang berjanji akan meyakinkan pemerintah pusat, agar biaya pemeliharaan jalan bisa ditingkatkan dari yang diberikan sebelumnya. Kalau masih sama dengan sebelumnya, maka perbaikan jalan di Kaltim ini tidak akan pernah tuntas.
"Kita harus bisa meyakinkan pemerintah pusat bersama dengan legislatif dan eksekutif maupun anggota DPD RI dan DPR RI dari pemilihan Kaltim. Nanti kita bersama-sama meminta agar pemerintah pusat bisa memberikan dana lebih dari sebelumnya, untuk pemeliharaan jalan. Dengan begitu pemeliharaan jalan yang ada diwilayah Kaltim bisa tuntas. Tapi kalau pembiayaan masih seperti dulu, maka jangan harap perbaikan jalan akan mulus," tandasnya.
Selain itu, Jelas Awang, pihaknya telah mencoba dengan jalan bekerjaa sama dengan pihak investor. Salah satunya investor dari negara Emirat Arab yaitu Rhas Al Haimah, yang akan memperbaiki jalan sepanjang 130 Km. Dan dana yang dipakai bukan dari APBN, tetapi dari investor yang bersangkutan. Karena investor tersebut nantinya akan ikut menggunakan jalan yang akan diperbaikinya.
"Kita himbau kepada perusahaan tanbang batu bara, jangan seenaknya menggunakan jalan umum sebagai sarana untuk menganggut batu bara, tetapi mereka harus peduli kalau memang itu dilakukan dengan ikut mempebaiki jalan yang dilewatinya,"tegas Awang.
Sementara Kepala Dinas (Kadis) PU Kaltim H Husinsyah menyatakan dengan melihat kondisi jalan yang ada di Kaltim, terutama setelah melintasi jalan dari Sangata hingga Nunukan terdapat puluhan longsoran, dimana untuk memperbaiki longsoran diperkirakan mengeluarkan dana mencapai Rp1 miliar hingga Rp3 miliar setiap longsoran. Tetapi itu tergantung besar dan lebarnya longsorannya.
"Untuk menentukan besar kecilnya biaya perbaikab longsoran kita lihat dulu skala panjang diameternya, baik lebar dan panjang kedalaman longsor tersebut, paling minim Rp1 miliar dan paling besar Rp3 miiar per satu longsoran,"jelas Husinsyah.mar



Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

Kamis 2 Oktober 2014
Kamis 2 Oktober 2014
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2471 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...