Guru SD Tertangkap Jadi Pengedar Narkoba

2010-03-31 23:20:19

Narkoba Berasal Dari Malaysia

2010-03-31  23:20:47

SAMARINDA-Seorang guru sebuah Sekolah Dasar (SD) di Samarinda Seberang tertangkap tangan akan mengedarkan sabu-sabu. Ia tertangkap pada Selasa (30/3) kemarin sekitar pukul 00.30 wita tengah malam di Jl Daeng Mangkona, Samarinda Seberang. Dari tangannya polisi kemudian mendapatkan satu poket sabu-sabu yang siap diedarkan.
Kasat Reskoba Poltabes Samarinda Kompol Erlan Munaji Sik mengatakan, pihaknya membenarkan telah terjadi penangkapan atas nama Atrali (40) yang berprofesi sebagai guru di sebuah SD Negeri. Ia tertangkap tangan oleh seorang polisi yang menyamar sebagai pembeli. Karena tertangkap beserta barang bukti itu, Atrali tak dapat mengelak.
"Ia tertangkap tangan oleh anggota kami yang undercover (menyamar sebagai pembeli, red). Dari tangannya kami berhasil mengamankan sepoket sabu-sabu. Jika dilihat dari perbuatannya, ia bisa dikatakan sebagai pengedar," ujar Erlan.
Usai menangkap Atrali, polisi kemudian mengembangkan kasus ini sehingga berhasil menangkap Zulfakar (35). Asal barang yang diedarkan oleh Atrali berasal dari Zulfakar. Dari tangannya polisi kembali berhasil mengamankan dua poket sabu-sabu.
"Pada saat melakukan penangkapan terhadap tersangka Zulfakar, kami juga berhasil menangkap dua tersangka lainnya yang kedapatan sedang menggunakan sabu-sabu di rumah Zul," terang Erlan.
Secara keseluruhan polisi berhasil mengamankan empat poket sabu-sabu dengan total berat mencapai 3,46 gram. Selain itu turut diamankan seperangkat alat hisab sabu-sabu serta sebuah handphone.
"Kini para tersangka telah berhasil kami amankan dan akan terus menjalani pemeriksaan untuk mencari asal barang. Mereka akan kami kenakan pasal 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman minimal lima tahun penjara," pungkasnya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Atrali (40), guru SD yang tertangkap tangan mengedar Sabu-sabu serta sang bandar Zulfakar (35) diketahui asal barang yang mereka terima adalah dari Malaysia .
Narkoba milik Zulfakar berasal dari Tawau Malaysia yang diseludupkan melalui Tarakan lalu dikirim ke Samarinda dengan jalur darat. Dari pengakuannya, bisnis barang haram ini dilakoninya sejak menjadi pemakai hingga mengalami ketergantungan pada tahun 1990-an. Zulfakar tidak hanya sendiri menjalankan bisnisnya namun merekrut Atrali yang berprofesi guru SD. Atrali terancam dipecat bila terbukti keterlibatan peredaran narkoba yang kini dihadapinya.
"Dari hasil penyidikan kami, Zulfakar selain pengedar juga pemakai narkoba. Sedangkan Ata, guru SD hanya sebagai kurir mengantar pesanan SS ke pembeli," jelas Kasat Reskoba Poltabes Samarinda Kompol Erlan Munaji Sik, Rabu (31/3).
Erlan menambahkan, terhadap tersangka yang berprofesi guru dan status PNS ini pihaknya akan memberitahukan Dinas Pendidikan Kota Samarinda untuk melakukan penyidikan terhadap Ata.
"Kami akan memberitahukan ke Dinas Pendidikan, terkait adanya tersangka yang berstatus guru dan PNS," katanya.
Untuk menyelidiki asal narkoba milik Zulfakar, polisi Satuan Reserse Narkoba Poltabes Samarinda juga berkoordinasi dengan Polres Tarakan. Hal ini untuk mengungkap jaringan narkoba lainnya berada di daerah tersebut yang langsung berhubungan dengan Tawau Malaysia .
"Kami juga sedang berkoordinasi Polres Tarakan untuk menyelidiki asal narkoba yang diduga dari Tawau Malaysia ," pungkasnya. opi

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

Senin 27 Oktober 2014
Senin 27 Oktober 2014
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2481 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...