Areal Sawit Kaltim Capai 530.555 Ha 2010-08-12 09:51:36
SAMARINDA-Berdasarkan data Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, diperkirakan luas areal perkebunan kelapa sawit di Kaltim meningkat dari 171.581 hektar pada 2004 menjadi 530.555 hektare pada 2009, dengan pertumbuhan rata-rata 41,84 persen pertahun. Sedangkan, mengenai produksi telah meningkat dari 957.058 ton pada 2004 menjadi 2,29 juta ton pada 2009 atau terdapat peningkatan produksi sebesar 28,03 persen. “Alhamdulillah, pada sektor ini telah mampu menyumbangkan penyediaan atau menyerap tenaga sebanyak 174.525 kepala keluarga. Karenanya, saya pikir, di Kaltim berbagai potensi sumber daya alamnya memberikan peluang untuk digali dan diusahakan dalam upaya pemberdayaan ekonomi bagi pembangunan daerah,” ujar Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim HM Nurdin beberapa waktu lalu. Sedangkan dari kawasan Budidaya Non Kehutanan seluas 5,32 juta hektare, memiliki potensi lahan yang sesuai untuk kelapa sawit seluas 4,6 juta hektare. “Dari luasan tersebut, kami bersyukur telah diberika ijin lokasi atau pencadangan lahan untuk usaha perkebunan seluas 3,25 juta hektare bagi 311 Perusahaan Besar Sawit (PBS). Sedangkan PBS yang sudah memiliki hak guna usaha (HGU) berjumlah 108 dengan areal seluas 852.137 hektare yang berarti masih cukup besar peluang untuk percepatan pembangunan perkebunan kelapa sawit maupun komoditi lainnya,” jelasnya. Selain itu, kata Nurdin, Disbun Kaltim dan bekerjasama dengan Media Perkebunan, yang juga telah menggelar Workshop Peluang Investasi Kelapa Sawit di Kalimantan, diikuti seluruh Dinas Perkebunan Provinsi di Kalimantan dan pelaku usaha kelapa sawit. “Workshop tersebut hasil prakarsa Majalah Media Perkebunan dan ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan pengetahuan yang lebih mendalam terhadap bahan tanaman atau benih yang merupakan salah satu faktor produksi penting untuk keberhasilan pembangunan perkebunan, khususnya kelapa sawit di Kalimantan,” ujarnya. Menurutnya, kelapa sawit merupakan salah satu komoditi unggulan perkebunan dan usaha ini telah memberikan kontribusi penting bagi perekonomian Kaltim yang mampu memberikan kesejahteraan bagi ribuan petani dan buruh perkebunan. “Selain mempunyai fungsi ekonomi, kelapa sawit ternyata mampu meningkatkan fungsi sosial (kesejahteraan) dan kelestarian lingkungan (ekologi), serta sebagai penghasil devisa bagi negara maupun sebagai pemasok bahan baku industri dalam negeri. mar
|