MUI Dukung Penertiban Gepeng2010-08-12 09:53:15
SAMARINDA-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda mendukung upaya Pemkot Samarinda menuntaskan masalah sosial, seperti gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kian marak menjelang Ramadhan. MUI juga mendukung rencana pemberlakuan Peraturan Daerah (Perda) Larangan Mengemis. Perda itu sangat tepat diterapkan. Namun, Perda itu mesti diperlakukan khusus bagi gepeng, yang sebenarnya sudah mampu, dan yang menjadikan mengemis sebagai profesi mencari uang. "Untuk mengemis sebagai profesi saya sangat setuju, tapi kalau secara menyeluruh, maka diharapkan Pemkot dapat kaji lagi untuk memberlakuan perda tersebut," kata Ketua MUI Samarinda KH Zaini Naim kepada Poskota Kaltim, Senin (9/8). Ia mengaku sangat setuju dengan pendapat Pengamat Perkotaan Sugeng Haryadi. Dimana, dalam menuntaskan masalah sosial ini harus melibatkan MUI, cendekiawan, serta tokoh agama. Karena memberi uang kepada yang memerlukan atau bersedekah itu juga merupakan sesuatu yang dianjurkan dalam Islam. "Memang dalam masalah gepeng ini, merupakan persoalan kompleks. Terkait sosial dan agama," terangnya. Ia menilai, pada dasarnya mengemis itu dilakukan lantaran kemiskinan. Bagi yang memang tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk hidup, kecuali hanya dengan mengemis, maka itu patut diberi sedekah. Sebaliknya, kalau yang dibantu adalah orang yang hanya menjadikan profesi sebagai pengemis, justru akan mengajarkan menjadi malas. Karena itu, pihaknya mendukung upaya Satpol PP menertibkan gepeng. "Mengemis dapat menjadikan seseorang menjadi malas bekerja. Pemkot harus bisa mendata gepeng di Samarinda, sesuai undang-undang 1945, fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Sehingga tak asal pukul rata ketika menertibkan," jelasnya. Ia menambahkan, setelah ditertibkan juga harus memikirkan pembinaan yang tepat. Salah satunya mengubah mental gepeng. Sebab, selama ini aksi yang dilakukan Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkessos) Samarinda masih kurang tepat dengan cara langsung memulangkan para gepeng. "Itu tak efektif, karena mereka akan kembali lagi. Jadi sebaiknya ditampung saja lalu diberi keterampilan," Katanya.aon
|