Premium dan Pertamax Langka di Samarinda2010-08-12 09:54:58
SAMARINDA,Memasuki bulan suci Ramadhan, ketakutan warga tentang kelangkaan BBM terbukti. Hingga H-1 bulan suci Ramadhan, kelangkaan BBM masih saja terjadi. Warga khawatir kelangkaan ini akan berimbas pada meningkatnya harga 9 bahan pokok (sembako). Berdasarkan pantauaan Poskota Kaltim selama dua pekan terakhir, selain bahan bakar premium, kali ini kelangkaan juga terjadi bahan bakar Pertamax. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Samarinda memasang plang yang mengumumkan stok bahan bakar habis. Seperti SPBU di Jl PM Noor, pada pagi hingga siang hari plang bensin dan pertamax habis telah terpasang. Begitu pula dengan SPBU di Jl Juanda, SPBU di Jl Wahid Hasyim dan SPBU di Jl Sentosa, juga memasang plang bensin habis. Sementara SPBU di Jl Kusuma Bangsa yang merupakan SPBU milik Pertamina masih melayani penjualan. SPBU ini pun diserbu pengendara. Akibatnya, antrean panjang terjadi di SPBU CoCo ini. SPBU ini melayani penjualan bensin dengan membuka empat jalur bagi sepeda motor. Sedangkan untuk pelayanan mobil antrean meluber ke jalan raya. "Antre sejam, baru dapat bensin," kata Purwanto, pengemudi angkot jurusan Jl M yamin, Senin (9/8) kemarin. Begitupula Roni, warga Jl Agus Salim mengaku gerah dengan kelangkaan BBM ini. Bahkan disela-sela antrian di SPBU Jl Kusumah Bansa, Rono mengatakan bahwa sebagai salah satu daerah yang kaya akan sumber daya minyak, kelangkaan minyak di Kaltim sungguh menjengkelkan. "Kita ini seperti anak tikus mati di lumbung padi," kata Roni. Disisi lain, disaat ribuan pengendara kendaraan roda 2 dan 4 kesulitan mendapatkan BBM, sebagiaan pedagang eceren justru mengambil kesempatan. Tidak tangung-tanggung, para pedagang eceran sudah menaikan harga barang dagangannya Rp1.000 per botolnya. "Ini ongkos antri bang, untuk mendapatkan 17 liter bensin, saya harus antri selama 30 menit di setiap SPBU," kata Daeng pedagang bensin eceran di Jl Mulawarman. M4n
|