Dishubbpar PPU Harus Miliki Kalender Tetap Seni dan Budaya 2010-08-12 10:00:57
PENAJAM, Dinas Perhubungan, Budaya dan Pariwisata (Dishubbpar) Penajam Paser Utara (PPU), diharapkan terus gencar mempromosikan kesenian daerah dalam setiap momen pariwisata ke luar daerah, tak cuma sebatas seni tari khas daerah yang ditampilkan dalam kegiatan promosi pariwisata dan budaya di TMII Jakarta baru-baru ini tapi juga tari-tarian lain sehingga merangsang wisatawan luar PPU berdatangan didaerah kita ini. Agar kesenian daerah tetap dikenal masyarakat luas, menurut Jamluddin Jamain salah seorang pemerhati seni budaya, Dishubbpar harus terus menggalang kerjasama dengan dinas-dinas pariwisata luar daerah untuk mempromosikan keaneragaman seni budaya dan yang paling utama sudah memiliki jadwal atau kalender tetap tahunan untuk promosi wisata dan budaya terutama dikaitkan dengan Hari Jadi Kabupaten PPU. "Jangan sampai usai kegiatan promosi di TMII, lalu tak ada lagi kegiatan-kegiatan selanjutnya, jadi harus terus menerus menggalang kerjasama dengan pihak luar agar kesenian khas daerah PPU makin dikenal luas termasuk hadir pada setiap even seni dan budaya yang digelar daerah lain, " ujarnya. Termasuk di dalamnya terdapat adat istiadat yang harus tetap dilestarikan, karena itu menjadi icon penting dalam program pembangunan, untuk itu, Jamludin yang kini memimpin kelompok pemerhati seni budaya dari Kecamatan Waru beberapa hari silam menggelar kegiatan malam pegelaran seni dan budaya. "Kegitan itu merupakan rangkaian kegiatan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan dan perayaan HUT ke-65 RI 2010 yang difasilitasi pemerintah Kecamatan Waru, saat itu ditampilkan 17 macam seni budaya yang dipertunjukkan kepada masyarakat Waru, di antaranya Tari Enggang Kerangan, Tari Ratu Agung, Tari Japin Laksana (teatrikal kebangsaan), Tari Rannu Bawe (wanita ksatria), musikalisasi puisi, Tari Modi Papua, Balera dan Pianika serta marching band,” sebutnya. Semua jenis tarian dan seni budaya itu, katanya, meski merupakan hasil rekaan cipta koreografi namun tak menyimpang dari konsep awal yang bersumber dari seni budaya asli daerah saat itu Ketua Panitia Pegelaran Firman Usman mengatakan, pegelaran ini lebih terfokus pada perkenalan atau promosi seni dan budaya Waru dan Kabupaten PPU pada umumnya. Menurut dia, kegiatan yang kami yang diadakan ini sifatnya sukarela dan spontanitas, tujuannya masyarakat agar kenal budaya asli daerah sedangkan para pelaku seni itu berasal dari berbagai kalangan, mulai pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa serta masyarakat setempat. max
|