Guru Honor dan Guru Bantu Kaget Honor Sudah Disalurkan2010-08-12 10:02:21
BALIKPAPAN, Nasib guru honor dan guru bantu kota Balikpapan sampai hari ini tidak menentu karena informasi yang diterima ratusan guru honor/bantu itu ternyata honor bulan Januari – Agustus 2010 sudah diberikan kesetiap daerah tapi para guru ini mengaku belum terima sehingga mulai terbayang saat lebaran nanti akan berhadapan dengan kekecewaan. ‘’Guru honor yang tergabung dalam Musyawarah Guru Honor dan Bantu (MGHB) kota Balikpapan benar-benar kaget konon gaji atau honor untuk tahun ini mulai Januari – Agustus 2010 sudah diserahkan kedaerah-daerah tapi sesuai jumlah guru tapi kenapa guru-guru honor/bantu Balikpapan belum menerima sepeserpun, muda-mudahan informasi ini tidak benar, kata Wisnu, Pengurus MGHB Baliukpapan kepada wartawan kemarin. Jujur kami sangat terkejut dengan informasi ini, dia mengatakan Informasi turunnya insentif untuk guru honor/bantu terungkap dalam dialog pendidikan yang diselenggarakan Musyawarah Guru Honor dan Bantu (MGHB) kota Balikpapan bekerjasama dengan Persatuan Guru Honor Indonesia (PGHI) pada hari Sabtu (7/8) lalu di Graha KNPI. Dialog ini dibuka Dwi Nugroho mewakili Gubernur Kaltim yang juga dihadiri anggota DPRD Kaltim Hadi Mulyadi, dia mengatakan, informasi ini sangat penting karena honor tersebut sangat dibutuhkan guru honor dan tenaga perbantuan (naban) untuk memenuhi kebutuhan sehari–hari apalagi kini kita sudah memasuki bulan puasa dan sebentar lagi akan merayakan idul fitri tapi honor justru makin tidak jelas. Wisnu mengatakan, kendati honor bagi guru honor dan tenaga bantu nilainya kecil hanya Rp 300 ribu/bulan dan insentif daerah Rp700 ribu / bulan untuk guru honor, seharusnya insentif daerah keluar setiap tiga bulan, tetapi sampai saat ini masih belum juga keluar buktinya sampai sekarang honor itu belum diterima, imbuhnya. Dia juga menyoal besaran penghasilan guru yang disebut di atas Rp 1 juta, realitanya penghasilan guru honor yang bukan naban masih di bawah Rp 1 juta, khususnya di tingkat SMP dan SMU. bahkan ada yang penghasilannya tidak sampai Rp 500 ribu, olehnya kami ingin mempertanyakan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) kota Balikpapan tentang pembayaran insentif tersebut, ujar Rahmat, salah seorang guru honor Balikpapan. Dikatakan, minggu ini para pengurus MHGB kota Balikpapan akan merumuskan dan memberikan hasil dialog nasional pendidikan ini kepada ketua DPRD Kota Balikpapan dan anggota DPRD Kota Balikpapan komisi 4 dan meminta pihak DPRD berperan aktif di dalam menyelesaikan persoalan guru honor dan naban. "Permintaan kami tidak aneh-aneh, kami hanya meminta ada peningkatan status guru honor kepada pemerintah daerah, yang tadinya masih berstatus honor agar dapat diprioritaskan untuk CPNS, namun jika itu tidak dapat dipenuhi maka kesejahteraan kami khususnya insentif guru diperhatikan paling tidak pembayaran sesuai ketentuan dan kalau bisa ditingkatkan," ujarnya. Selain soal insentif, katanya, dalam dialog juga terkuak beberapa informasi yang sangat penting, khususnya mengenai syarat–syarat mengikuti tes CPNS seperti apa yang dikatakan, Achmad Dasuki, perwakilan Kemendiknas dalam paparannya mengatakan, untuk menjadi guru tidak ada perbedaan antara S1 kependidikan dan S1 nonkependidikan sesuai acuan undang–undang apabila ingin menjadi guru di tingkat SMP atau SMU. Dasuki mengaku heran dan kaget ketika diberitahukan kondisi sebenarnya yang terjadi di kota Balikpapan. "Bahwa S1 nonkependidikan tidak berhak atau tidak layak menjadi guru dan ini tentunya hal ini sudah merupakan diskriminasi dan merupakan pelanggaran amanah undang– undang,” kata Achmad Dasuki.max
|