Kapolda : Ormas Jangan Lakukan Razia2010-08-12 10:03:58
BALIKPAPAN, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Drs. Mathius Salempang, ingin perjalanan bulan suci ramadan 1431 H diharapkan berlangsung aman dan kondusif. Sehingga umat Islam menjalankan puasa dan ibadah-ibadah lainnya dengan khusyuk, olehnya aparat penegak hukum tak menginginkan terjadi kericuhan dan main hakim sendiri termasuk ormas Islam yang berniat melakukan sweeping terhadap tempat-tempat yang diduga berbau maksiat. Untuk menciptakan kondisi yang kondusif Kapolda Kaltim bersama Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tan Aspan mengundang seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam satu pertemuan dengan mengadakan Rapat Koordinasi Pengamanan Ramadan di Mapolda Kaltim, Selasa (10/8) siang. Dalam pertemuan itu Kapolda meminta kepada semua pengelola Tempat Hiburan Malam (THM) dan tempat-tempat hiburan lain yang berbau glamour serta kemaksiatan untuk mematuhi aturan yang dikeluarkan Pemkot/Pemkab yakni agar kegiatan itu ditutup sementara selama bulan Ramadan. "Kami mohon agar peraturan yang sudah diterbitkan oleh Pemkab maupun Pemkot di Kalimantan Timur agar dipatuhi dan tidak melakukan tindakan yang akan memicuh amarah warga masyarakat, untuk itu melalui pertemuan ini kami sangat berharap agar kondisi yang sudah terjamin selama ini termasuk Kamtibmas selama Ramadan di Kaltim terus dijaga," katanya. Selanjutnya dikatakan, aparat keamanan akan mengawal peraturan yang sudah dikeluarkan Pemerintah daerah terkait masalah hiburan dib ulan puasa ini. "Kami juga mohon pengertian kepada Organisasi masyarakat (ormas) untuk memberikan kepercayaan kepada aparat, jika ada yang melakukan pelanggaran dan tidak boleh melakukan tindakan anarkis, serahkan masalah itu kepada pihak keamanan," katanya. Jika menemui pelanggaran, segera informasikan kepada aparat namun demikian masyarakat harus ikut dalam menjaga keamanan itu, artinya kalau ada pelanggaran yang dilakukan masyarakat biara aparat keamanan yang bersikap, untuk diketahui keamanan selama Ramadan bukan hanya tugas aparat untuk menjaganya, namun semua masyarakat tapi dalam penindakannya tetap aparat penegak hukum yang berwenang, terang Mathius Salempang didampingi Pangdam VI/Mulawarman. Kami sudah perintahkan kepada seluruh Kasatwil untuk pro aktif mengecek ke lapangan, tokoh Ormas di Kaltim dan Muspida menyepakati, bahwa penindakan hukum terhadap pelanggaran selama ramadan diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian, seperti yang dikatakan ketua FPI Kaltim Ardiansyah, bahwa pihaknya akan tetap melakukan pemantauan, namun jika menemukan pelanggaran dilaporkan ke polisi. Dalam rakor tersabut juga terungkap jalur-jalur rawan yang perlu diwaspadai masyarakat, jalur-jalur rawan tersebut berpotensi terhadap kecelakaan lalu lintas, juga memperlambat distribusi Sembilan bahan pokok (sembako), seperti jalur antara Balikpapan – Samarinda atau jln. Soekarno Hatta dan jalur trans Kaltim-Kalsel. Terkait jalur sembako, Mathius menjelaskan, seluruh Kasatwil sudah diperintahkan untuk memberikan kelancaran dan keleluasaan atau memberikan prioritas dalam pendistribusiannya kendati diakui masalah geografis di wilayah Kaltim menjadi hambatan tersendiri untuk distribusi sembako termasuk infrastruktur juga ada gangguan tapi kami berjanji akan membantu mengamankan distribusi sembako kepada masyarakat melalui pedagang. Mantan Kapolda Sulawesi Selatan ini juga telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk bertugas seperti hari-hari sebelumnya meski dalam suasana bulan puasa serta lebaran nanti menjelang hari ‘H’ kegiatan masyarakat dipastikan akan meningkat. Pengamanan tempat berkumpulnya masyarakat seperti pusat perbelanjaan, pasar tradisional, tempat wisata, jalanan utama penghubung antar kota, terminal bus, bandara udara serta pelabuhan laut telah ditempatkan sejumlah personil gabuangan untuk memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat.max
|