Sebatik Layak Jadi KotaMeiliana: Kita Telah Meneliti Sejak Tahun 2006 2010-08-16 10:42:20
SAMARINDA-Kepala Pusat Pengkajian, Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara (PKP2A III LAN) Samarinda Meiliana menyatakan setuju bila Kecamatan Sebatik dimekarkan menjadi Kota. Sebab, pengkajian kearah tersebut sudah dilakukan sejak 2006 lalu. Karena itu secepatnya bisa direalisasikan. Ini sebagai upaya percepatan pembangunan di wilayah perbatasan. "Saya pikir, keinginan Pemprov Kaltim menjadikan Sebatik sebagai Kota sangat tepat. Kalau hal itu tidak segera direalisasikan, dikhawatirkan hak masyarakat sebagai anak bangsa Indonesia di di wilayah perbatasan tidak dirasakan. Maka, jalan satu-satunya adalah melakukan pemekaran. Selain mempercepat arus birokrasi, juga menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI," ungkap Meiliana kepada Poskota Kaltim beberapa waktu lalu. Dengan direalisasikannya Sebatik menjadi Kota Administratif, menurut dia, tentu dampak dan pengaruhnya sangat besar terhadap masyarakat disana. Selain mempercepat pengurusan birokrasi, arus perekonomian pun menjadi meningkat. Sehingga masyarakat perbatasan tidak perlu lagi menjual atau membeli kebutuhan di negara tetangga (Malaysia-red), tetapi cukup di Kota Sebatik. Dengan demikian, pertumbuhan perekonomian akan meningkat yang tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Untuk menunjang itu semua, tentunya Pemprov Kaltim maupun pemerintah pusat harus berkomitmen untuk membangun daerah perbatasan. Khususnya memperhatikan pembangunan infrastrukturnya, seperti pembangunan jalan. Baik untuk jalan antar desa, desa kecamatan maupun kecamatan dengan kabupaten maupun ibukota. Serta tidak ketinggalan pembangunan bandara udara, sebagain upaya dalam memecah isolasi di wilayah perbatasan," papar Meiliana. Diketahui, masyarakat Pulau Sebatik menginginkan pemekaran wilayah kecamatan Sebatik menjadi kota. Sebab keberdaannya berhadapan langsung dengan Tawau. Apabila infrastrukturnya dan pemerintahaanya dibenahi dan ditingkatkan, maka Sebatik dapat sejajar dengan Kota Tawau. "Kalau memang Sebatik ingin dimekarkan menjadi kota, maka konsekuensinya Sebatik harus dilengkapi inftrastrukturnya, serta pembangunan pendukung lainnya. Seperti perbaikan jalan, listrik, air bersih. Bukan hanya itu, berbagai failitas lainnya harus dilengkapi, seperti perangkat komunikasi dan telekomunikasihnya. Begitu pula dengan jaringan informasinya, seperti jaringan RRI, TVRI. Sebab hal itu sangat penting, bagi masyarakat kita yang berada diperbatasan. Dengan begitu, informasi pembangunan di Kaltim baik melalui radio maupun televisi juga bisa dinikmati masyarakat kita disana," terang Meiliana. mar/adv
|