La Nina Penyebab Kemarau Menjadi Singkat2010-08-18 07:13:26
SAMARINDA-Samarinda termasuk mengalami pergeseran waktu. Perkiraan cuaca menjadi meleset, karena adanya faktor La Nina. Ini berarti suhu permukaan laut perairan Indonesia masih tinggi, sehingga mengakibatkan terbentuknya awan hujan “Pergerakan angin pun membawa awan yang berada di kawasan Samudera Pasifik ke kawasan Indonesia. Dengan adanya La Nina yang dipicu suhu permukaan laut perairan Indonesia yang masih tinggi inilah, mengakibatkan terjadinya pergeseran awal musim kemarau di Indonesia,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Temindung Samarinda, Raden Ishak, belum lama ini. Ia memperkirakan musim kemarau datang justru pada Agustus selama dasarian II (10 hari ke-2) saja. Padahal semestinya, musim kemarau sudah masuk mulai Juli lalu hingga Oktober dasarian II. Sehingga dengan adanya La Nina, maka kemarau di Indonesia menjadi singkat. Ini menyebabkan musim menunjukkan lebih banyak hujan ketimbang kemarau. Ini sangat terasa di Pulau Jawa ketimbang Pulau Kalimantan. Fenomena La Nina, kata dia, menyebabkan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia mengalami peningkatan, tapi kalau kebanyakan justru berpotensi mengalami banjir. "Saat ini La Nina rendah, tapi mulai Oktober sudah menunjukkan gejalanya. Apalagi November, akan lebih sering turun hujan dengan intensitas meningkat. Potensi longsor dan banjir sangat memungkinkan," ungkapnya. Sementara, puncak dari La Nina terjadi pada November-Desember mendatang. Sehingga dia mengimbau agar masyarakat waspada dengan kondisi cuaca seperti ini nantinya. Terutama pada pemukiman rumah yang berada di dataran miring atau bukit.john
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...