Upacara HUT RI 65 Diwarnai Gerimis2010-08-18 07:18:04
TANJUNG REDEB- Upacara peringatan HUT RI ke-65 tahun 2010 merupakan ulangan sejarah proklamasi 1945, yang sama-sama berada dalam bulan suci Ramadhan. Bahana suara kapten Armed, Wagino dari satuan Batalyon Armed 18/BRK Labanan membelah suasana khidmatnya upacara peringatan dan memberi semangat tambahan bagi peserta terutama pasukan pengibar bendera (Paskibra) yang sejak beberapa bulan lalu penuh harap dapat melaksanakan tugas mulia itu dengan baik. Upacara diikuti berbagai kalangan mulai SD, SMP, SMU sederajat, mahasiswa dari perguruan tinggi yang ada di Berau, organisasi pemuda, TNI/Polri. Cuaca gerimis member sedikit keringanan bagi peserta upacara. Semangat peserta upacara peringatan HUT RI ke-65 di lapangan Pemuda Tanjung Redeb tidak surut sedikitpun kendati awan hitam yang menggantung sejak dinihari dapat turun kapan saja. Detik awal permulaan upacara, rinai gerimis mulai menemani. Detik-detik pengibaran bendera merah putih, seluruh mata tertuju pada Paskibra yang telah dibina selama beberapa bulan terakhir, khusus 1 bulan sebelum hari H latihan paskibra dilakukan secara intensif dengan instruktur langsung dari unsur TNI. Inspektur upacara oleh wakil Bupati Berau Ahmad Rifai. Sementara pembacaan teks proklamasi oleh Ketua DPRD Berau, Elita Herlina. Mengisi peringatan HUT RI, seperti pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya selalu sama mengenai susunan acara, namun diaula tamu, hal paling berbeda adalah tidak tersedianya makanan ringan dan minuman seperti tahun sebelumnya, karena pelaksanaan upacara 17 Agustus kali ini bertepatan dengan tanggal 7 Ramadhan. Usai upacara dilanjutkan dengan mengunjungi taman makam pahlawan di Bujangga jalan Prapatan I Tanjung Redeb. Wakil Bupati, serta sejumlah kepala dinas, kantor, dan badan disertai Kapolres, Danyon Armed, Dandim 0902 TRD dan sejumlah tokoh lainnya melakukan tabur bunga di makam yang berjumlah 9 makam, yakni makam Samin (1957), Panut (1957), Y Amanah (1957), Husein (1957) semua dari satuan Polisi, Masrian (1957) dari PTN, Abul Hasan (1969), Djaddin (1965), Abdul Hamid (1972) dan Abdul Jalil (2004) masing-masing dari Angkatan darat (AD). (as/*)
|