Terminal di Bulungan Mengecewakan2010-08-18 07:24:13
TANJUNG SELOR- Hingga saat ini, Terminal Jelarai Tanjung Selor belum juga bisa difungsikan. Tampak disekitar terminal telah dipenuhi rerumputan setinggi pinggang orang dewasa. Selain itu, fisik bangunan pun sudah tampak ada yang retak. Belum lagi, pemborosan listrik yang digunakan pada malam hari, untuk menerangi lokasi terminal jelarai. Namun, entah kenapa terminal yang selesai dibangun sejak tahun 2006 dan diresmikan Bupati Bulungan Budiman Arifin dan Wakil Gubernur yang waktu itu masih dijabat Yurnalis Ngayoh belum juga difungsikan. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Abdul Jalil dihubungi Poskota Kaltim melalui telepon genggamnya, Selasa (17/08) kemarin, meminta Pemkab Bulungan segera memanfaatkan terminal tersebut. “Persoalan ini sudah lama tak kunjung selesai. Seharusnya setelah selesai dibangun, bisa segera difungsikan. Namun kondisi yang ada justru malah sebaliknya. Padahal, terminal tersebut memiliki peran penting didaerah. Salah satu diantaranya untuk mengatur arus lalulintas yang digunakan antar kabupaten maupun provinsi. Termasuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Misalnya, masyarakat dapat berjualan disekitar terminal tersebut. Selain itu, jika Terminal Jelarai dioperasikan, maka akan mampu untuk meningkatkan sektor perekonomian masyarakat Bulungan, termasuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bulungan,” ungkap Abdul Jalil. Abdul Jalil mengingatkan Pemkab Bulungan tak membiarkan persoalan ini. Karena, apapun alasannnya, terminal yang dibangun senilai Rp14 miliar dari APBD Kabupaten Bulungan dan APBD Kaltim itu harus segera difungsikan, demi kepentingan masyarakat Bulungan. “Kita mengingatkan sekaligus mendesak pemerintah setempat, agar serius untuk segera memanfaatkan terminal tersebut, dengan melakukan koordinasi antar instansi terkait. Seperti Dinas Perhubungan, kepolisian dan Dinas Pajak, agar Terminal Jelarai yang dibangun dengan menggunakan uang rakyat tersebut dapat segera digunakan masyarakat Bulungan,” jelas Abdul jalil. vic
|