Bupati: Belum Saatnya PPU Beli Kapal Feri

2010-08-18 07:40:56

PENAJAM- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Andi Harahap mengatakan, ada keinginan masyarakat agar pemerintah kabupaten (Pemkab) PPU dapat membeli kapal feri untuk transportasi penyeberangan Penajam–Balikpapan, setelah melalui kajian yang cukup lama disimpulkan belum saatnya membeli kapal feri, selain harganya mahal juga belum bisa membantu penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Pemkab PPU sudah melakukan kajian untuk maksud itu, namun hasil dari kajian itu belum saatnya kita membeli kapal feri untuk melayani penyeberangan Penajam-Balikpapan PP (pulang-pergi), hasil lain dari kajian lapangan itu menyimpulkan pembelian feri tidak memberikan kontribusi memadai untuk daerah, belum saatnyalah," ujarnya.
Kita pernah mengkaji untuk membeli feri, seperti disarankan banyak pihak, ternyata, hasilnya tidak cukup menggembirakan untuk mendukung PAD padahal harapan kita justru bisa membantu PAD lebih besar lagi, jadi, sementara ditunda, terang Andi Harahap, menjawab wacana yang digulirkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Penajam Paser Utara H Harimuddin Rasyid, baru-baru ini.
Sebelumnya, Harimuddin Rasyid menyarankan pemerintah daerah membeli kapal feri untuk melayani jasa angkutan penyeberangan Penajam-Balikpapan, pengelolaannya tidak di bawah perusahaan pelayaran yang sudah ada dalam bentuk konsorsium seperti PT ASDP, namun di bawah pengelolaan perusahaan daerah (perusda) dan kepemilikan kapal feri ini juga dalam rangka menaikkan grafik PAD.
Wacana ini juga didukung sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda di daerah ini apalagi harga satu kapal feri tidak terlalu mahal, dan diperkirakan keuntungan bisa diraih dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. 
Kita tidak perlu cari kapal feri yang baru yang bekas juga boleh yang terpenting masih bisa dipakai untuk operasional, harganya pun tidak terlalu mahal untuk ukuran pemerintah, toh uang juga tersedia, kata Harimuddin Rasyid, pengusaha asli PPU.
Menurut salah satu sumber terkait rencana pembelian kapal feri dari PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) yang selama ini melayani penyeberangan Penajam-Balikpapan itu mengatakan untuk satu unit kapal feri menghasilkan pendapatan Rp 800 juta per bulan kendati itu masih kotor sedangkan bersihnya total  sekitar Rp 500 juta per bulan, apalagi seperti saat ini  menjelang lebaran jumlah arus mudik sangat tinggi, sehingga memberi penghasilan yang lebih signifikan.
Bupati H Andi Harahap mengatakan, jauh sebelum wacana ini bergulir dari para pihak pemerintah daerah sudah mempelajari, dan bahkan sudah melakukan studi banding ke daerah yang mengoperasikan feri, contohnya Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dikota ini ada dioperasikan dua unit kapal feri  dan banyak masukkan yang kita dapatkan dari sana sehingga kami berkesimpulan kalau untuk membeli kapal feri ditunda dulu.  max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

Senin 27 Oktober 2014
Senin 27 Oktober 2014
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2481 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...