Truck Surabaya Over Capasity Patah Diatas KapalTanggungjawab Pemilik Kendaraan
2010-08-18 15:38:12
BALIKPAPAN- Mengejar keuntungan berlipat ganda tentunya menjadi mimpi pekerja berat seperti sopir truk antar pulau yang mengangkut barang menggunakan kapal feri dari Surabaya, Jakarta, Malang, Bandung maupun daerah lain di Jawa dan Sumatera. Semua truk yang masuk Kalimantan Timur melalui pelabuhan Semayang Balikpapan umumnya bermuatan melebihi kapasitas. Kasus menyedihkan terjadi saat KM Farma Nusantara milik PT Prima Vista ketika berlabuh di Pelabuhan Semayang, Senin (16/8) sekitar pkl. 05.40 Wita, belum bisa membongkar muatan, terutama puluhan kendaraan truk yang sarat muatan karena ketika itu air laut sedang surut sehingga pintu keluar (Ramdoor) kapal tidak bisa dilalui kendaraan, baik yang turun atau yang naik sehingga memutuskan muatan baru akan dibongkar sekitar pkl. 18.30 Wita atau menunggu satu hari lagi. Ketika magrib sekitar pkl. 18.00, KM Farma Nusantara mulai mencoba merapat di Pelabuhan Semayang yang akhirnya boleh bongkar muatan dan siap kembali ke Surabaya setelah semua kendaraan bermuatan penuh, baik yang tiba di Balikpapan maupun yang akan berangkat sudah siap semua. Hanya saja dari 27 truk besar bermuatan penuh yang datang dari Surabaya, ada satu truk dengan nomor polisi L 8093 YJ, tidak bisa turun pelabuhan Semayang untuk bongkar muatan karena bak truk nahas itu sudah patah dan bodinya agak miring, padahal truk bermuatan berbagai barang campuran itu masih terbilang cukup baru dengan merk Nisan Disel warna abu-abu. Nakoda KM Farma Nusantara, Jadi Palaoma mengatakan truk itu bermuatan sekitar 24 ton, padahal normalnya hanya sekitar 14-16 ton saja. Akibat muatan yang super lebih itu membuat bodi truk itu selama dalam pelayaran yang terus dihantam ombak bergerak kekiri dan kenan sesuai gerakan omba, akhirnya bodi truk terbuat dari kayu dan sebagian besi patah dan truk itu tidak bisa keluar kapal. ‘’Kami tidak bertanggungjawab atas kerusakan truk itu, sebab KM Farma Nusantara hanya menerima kendaraan yang akan menuju Balikpapan dari Surabaya, sedangkan soal muatan bukan urusan kami, itu menjadi tanggungjawab pemilik truk dan sopir, sedangkan pemilik barang boleh menunut kepada pemilik kendaraan itu, bukan kepada kami,’’ kata Jadi Palaoma. Dia mengatakan, truk itu harus secepatnya membongkar muatan, karena malam ini kapal akan kembali ke Surabaya dan puluhan truk yang siap diberangkatkan sudah menunggu selama satu hari. 'Kami tidak ada pilihan, kalau setelah kapal sudah penuh muatan akan langsung berangkat, sedangkan truk nahas itu terserah, apakah barang-barang akan dibongkar di pelabuhan ini atau dikembalikan ke Surabaya, kami tidak mau menunggu lama," jelas sang nakoha. Kepala Cabang PT Prima Vista Balikpapan, Heru Cahya, membenarkan kalau ada satu truk di dalam perut kapal ini sedang mengalami kerusakan berat, tapi bukan mesin truk yang rusak namun bodi atau kas truk yang patah akibat beban muatan yang melebihi kapasitas. "Kerusakan itu bukan tanggungjawab pemilik kapal tapi sepenuhnnya pemilik truk dan sopir, karena memuat barang melebihi kapasitas atau over capacity. Kan sudah ada ketentuan berapa banyak sih barang yang bisa dimuat disatu truk, kalau sampai melebihi ketentuan itu menjadi tanggungjawab sang sopir dan pemilik kendaraan,’’ terangnya. max
|