Ciptakan Kemandirian Pangan Non BerasVariasi Menu yang Bisa Jadi Ciri Khas Daerah 2010-08-18 15:50:59
KABUPATEN Kutai Kartanegara selain memiliki potensi sumber daya alam berupa galiant ambang batu bara dan MIGAS, juga merupakan daerah yang memiliki potensi pertanian yang sangat luas dengan sejumlah sentra pertanian. Dengan potensi tersebut, Pemkab Kukar melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan terus mengembangkan pembangunan bidang pertanian tanaman pangan, baik melalui pembukaan lahan baru, meningkatkan produktifitas lahan serta berbagai pembinaan terhadap para petani, baik dalam pengendalian hama serta pengelolaan usaha pertanian tanaman pangan. Kesemua yang dilakukan itu telah membuahkan hasil yang cukup mengangkat nama daerah Kukar dengan menerima penghargaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono karena mempu meningkatkan produksi jauh diatas 5 persen tahun 2008 lalu, yakni 11,8 persen. Dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar, Hermawan Darus pernah mengatakan pihaknya akan terus komitmen meningkatkan produksi diatas 5 persen pertahun, yang selain menunjang program ketahanan pangan nasional, juga sebagai bentuk dari komitmen Kukar untuk menjadi daerah lumbung padi untuk wilayah Kaltim bahkan Kalimantan. Melihat apa yang telah dicapai saat ini serta berbagai program lanjutan dalam upaya untuk terus meningkatkan produksi padi, diakui Kukar semakin mendekati tujuan pencapaian sebagai lumbung padi di Kaltim. Namun ada hal lain yang saat ini juga sedang diupayakan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar, yakni menciptakan daerah yang mandiri dalam hal pakan lokal non beras. Kemandirian pangan lokal dianggap perlu mengingat sejauh ini masih ada beberapa komoditi pertanian pangan yang masih bergantung dari luar, khususnya makanan yang bukan dari beras. Sebagaimana pernah dikatakan Kabid Pengembangan Lahan, Sugiarto bahwa khusus untuk beras, sejauh ini Kukar memang dinilai sanggup memenuhi kebutuhan lokal bahkan memberikan kontribusi yang besar bagi kebutuhan beras Kaltim. "Namun untuk pangan non beras, Kukar ternyata masih bergantung dari luar, terigu misalnya," kata Sugiarto. Sementara, lanjut Sugiarto Kukar memiliki potensi lahan untuk bisa mandiri atau tidak harus bergantung dari luar untuk ketersediaan pangan non beras atau umbi-umbian yang bisa diproduksi lokal. Dalam rangka menciptakan Kukar yang mandiri komoditi lokal khusus pangan non beras, perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat petani, agar petani tidak semata terfokus pada komoditi beras, karena masih ada peluang komoditi lainya, seperti pisang, umbi-umbian dan panganan non beras lainya. Dalam rangka sosialisasi dimaksud, beberapa waktu lalu, pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan memanfaatkan momen Erau, dengan menggelar kegiatan makan gratis panganan dari non beras. Dalam kegiatan yang digelar di sekitar lokasi jajanan khas Kutai di pinggiran Sungai Tenggarong saat itu, pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan menyediakan berbagai menu makanan yang kesemuanya terbuat dari bahan non beras. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, yang terlihat dari banyaknya masyarakat yang datang untuk bisa mencicipi menu-menu yang disediakan. Wakil Bupati Ghufron Yusuf yang berkesempatan hadir dalam kegiatan itu juga sangat menyambut positif upaya menciptakan kemandirian pangan non beras yang digelar Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Menurut Ghufron Yusuf, selain bisa membantu menambah serta meningkatkan pendapatan petani, kemandirian daerah dalam hal pangan non beras itu juga akan membantu program kletahanan pangan nasional. Bahkan, dengan variasi menu makanan yang bergizi dan protein, selain untuk kesehatan juga kreatifitas masyarakat membuat menu-menu dari komoditi non beras itu bisa dijadikan makanan ciri khas daerah. Untuk itu diharapkan, ke depan petani bisa mengembangkan tanaman komoditi lokal non beras sehingga apa yang diinginkan, yakni kemandirian daerah dalam hal panganan non beras biasa tercapai. Dengan daerah yang mendiri pangan, baik beras maupun non beras maka kekhawatiran akan kesulitan makanan karena ketergantungan dari luar akan teratasi. Ini tentunya akan sangat membantu program pemerintah dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis pangan. Upaya ini juga akan dapat membantu mengurangi angka kemiskinan, khususnya kemiskinan dalam mencukupi kebutuhan makan masyarakat, karena untuk mendapatkan makan tidak harus membeli dari luar yang tentu harganya lebih mahal dibanding produksi lokal. (adv)
|