Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal 2010-08-19 15:23:51
TENGGARONG - Ratusan anak mengikuti kagiatan Separi Khitanan Massal ke-2 yang digelar Organisasi Separi Bersatu (OSB) Kutai Kartanegara di Desa Bhuana Kecamatan Tenggarong Seberang belum lama ini. Panitia penyelenggara, Sugianto dalam laporannya mengatakan, OSB Kukar adalah sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang sosial, sehingga kegiatan yang diadakan secara otomatis menyangkut hal-hal berbau sosial. Dengan harapan semangat yang begitu besar serta kebersamaan akan menghasilkan kegiatan yang menyentuh dan bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Sugianto menambahkan, kegiatan ini diikuti 5 desa yang ada di Tenggarong Seberang, yakni Desa Separi Mahakam, Bukit Pariaman, Bhuana Jaya, Mulawarman, dan Desa Suka Maju. Kegiatan itu sendiri disambut antusias warga desa sekitar yang dibuktikan dengan banyaknya anak yang menjadi peserta khitanan massal tersebut. "Antusias dan respon positif dari masing-masing warga desa sangat nampak dalam kegiatan ini, sehingga tidaklah mengherankan jika peserta khitanan mencapai kurang lebih 100 anak," ujar Sugianto. Dikatakan, kegiatan ini terlaksana atas kerjasama dan partisipasi perusahaan tambang/perusahaan swasta, seperti PT JMB, PT KPUC, PT Kimco Armindo, PT Santan Batu Bara, PR Kitadin, PT MSJ, PT Pama Baya, PT Petrosea, PT Leighton, PT RMC dan CV HKM maupun Subkontraktor di masing-masing Owner yang memberikan kontribusi pendanaan dan lain sebagainya. Sementara Sekretaris Camat Tenggarong Seberang, Sugeng Harsono dalam arahannya menuturkan, kegiatan sosial berupa khitanan massal merupakan salah satu kepedulian sosial untuk mengurangi beban ekonomi keluarga yang kurang mampu. "Kegiatan ini juga merupakan syariat ajaran Islam," ujarnya. Mengenai kegiatan dimaksud, Sugeng menjelaskan, sunat pada laki-laki diwajibkan pada agama Islam dan Yahudi. Praktik ini juga terdapat di kalangan mayoritas penduduk Korea Selatan, Amerika dan Filipina. "Manfaat khitan atau sirkumsis bagi laki-laki adalah menghilangkan kotoran serta menandakan bahwa seorang muslim telah memasuki kondisi balaik/dewasa," papar Sugeng. Selain itu, lanjut dia, juga merupakan anjuran Rasulullah SAW. Didalamnya terkandung hikmah-hikmah tertentu yang mungkin masih belum terungkap nilai manfaatnya secara menyeluruh dan utuh. "Dalam hubungannya dengan kesempurnaan ibadah, terutama shalat. Shalat secara lahiriyah berhubungan dengan kebersihan jasmani tubuh dan pakaian yang dikenakan harus bersih dan suci baik dari hadast besar/kecil," tambah Sugeng yang menyampaiakan arahan Camat Tenggarong Seberang, Teguh Yulianto. (yd/hmp05)
|