Lahan Kritis di Kaltim Capai 6.402.472 Ha2010-08-19 15:29:35
SAMARINDA-Seiring perubahan iklim, Kaltim dihadapkan dengan masalah deforestasi dan degradasi lingkungan lainnya. Kini, luasan lahan kritis di Kaltim mencapai 6.402.472 hektar. "Luasan lahan tersebut terdiri dari dalam kawasan hutan seluas kurang lebih 4.202.472 hektar dan luar kawasan hutan kurang lebih 2.200.000 hektar. Ini akibat kebakaran hutan, pembalakan liar, serta konversi lahan berbagai kepentingan," kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tahun 2010 dan penyerahan penghargaan pengelolaan lingkungan, Rabu malam (18/8) di Ruang Serba Guna Kantor Gubernur Kaltim. Selain itu jelas Awang, luas hutan mangrove di Kaltim sekitar 883.379 hektar. Yang mengalami rusak berat 329.579 hektar, rusak ringan 328.695 hektar, sedangkan yang kondisinya baik hanya tersisa 225.105 hektar (25,48 persen). Kondisi kemorosotan fisik resultant dari deforestasi dan degradasi tersebut, diindikasikan semakin merosotnya kondisi fisik Daerah Aliaran Sungai (DAS) di Kaltim. "Menyikapi kondisi dan permasalahan yang ada, tentu membutuhkan komitmen dari seluruh stakeholders dan komponen elemen masyarakat lainnya, untuk ikut mengupayakan dan melaksanakan berbagai program dan kegiatan dalam rangka pelestarian iklim, tak terkecuali peran dunia usaha untuk mensukseskan program Kaltim Hijau," pungkasnya. Menurut Awang, Kaltim Hijau bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kaltim secara menyeluruh dan seimbang, mengurangi ancaman bencana ekologis, mengurangi terjadinya pencemaran dan kerusakan kualitas ekosistem dan peningkatan pengetahuan serta membudayakan kesadaran di seluruh kalangan masyarakat, akan pentingnya pelestarian Sumber Daya Alam (SDA) terbarui, serta pemanfaatan secara bijak SDA tak terbaharui. "Kaltim Hijau merpakan dimulainya sebuah proses pelaksanaan pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan dengan basis serta kelola pemerintah yang berwawasan lingkungan,"ujarnya.mar/adv
|