Pembangunan KIPI Maloy Masuk Tender

2010-08-20 06:35:47

2010-08-19  15:30:18

SAMARINDA-Ketua Tim Persiapan Percepatan Pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy H Sulaiman Gafur mengatakan, bahwa sesuai hasil koordinasi, baik dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) maupun Provinsi, perkembangan pembangunan KIPI Maloy terus dipikirkan, baik dari segi bisnis plan maupun master plannya untuk kawasan industri. Karenanya, perencanaan pembangunannya ditargetkan tahun ini rampung, termasuk developer nasional masih dalam tahap tender untuk mengembangkan kawasan industri.
“Ini yang merupakan salah satu syarat utama untuk mensukseskan proyek pembangunan Kipi Maloy. Sebab, tanpa perencanaan yang matang, maka pembangunan ini tidak akan terwujud,” jelas H Sulaiman Gafur belum lama ini.
“Mudah-mudahan perencanaan bisnis plan dan master plan untuk kawasan industri dan pelabuhan internasional Maloy saat ini terselesaikan dengan cepat. Kami berharap seluruh proses perencanaan teknis akan selesai tahun ini,” tandasnya.
Master plan dan bisnis plan tersebut, menurutnya merupakan prasyarat utama untuk melanjutkan proses pengembangan KIPI Maloy.  Setelah tahun ini dirampungkan, rencananya pengerjaan pisik kawasan industri tersebut sudah dapat dilakukan pada 2011.
Saat ini, kata dia, Pemkab Kutim telah mencadangkan 4.000 hektar dan 400 hektar untuk pelabuhan internasional di sekitar Teluk Golok.
Pembangunan kawasan tersebut,  Sulaiman Gafur meminta masyarakat tidak terlalu pesimis. Sebab, penetapan Kaltim sebagai klaster industri pertanian oleochemical oleh pemerintah pusat merupakan hal serius. Kelanjutan proses pembangunan ini menurut Sulaiman sangat bergantung dari kesiapan daerah, khususnya dalam hal dukungan dokumen perencanaan teknis yang diperlukan.
“Termasuk dukungan untuk peningkatan infrastruktur menuju Maloy dan menuju Teluk Golok kita masih harus berjuang ke pusat. Tetapi saya yakin, jika semua prasyarat utamanya kita siapkan, pusat pasti akan memberi dukungan. Sebab, klaster industri pertanian oleochemical di  Maloy merupakan penetapan nasional,” ungkapnya.
Sulaiman mengatakan, untuk lebih menarik minat investor terbuka, kemungkinan KIPI Maloy akan diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sehingga akan ada banyak regulasi yang lebih menguntungkan pengusaha.
"Jika semua rencana berjalan lancar, diperkirakan 2013 atau 2014 pembangunan fisik dapat diselesaikan dan KIPI Maloy dapat segera dioperasikan untuk menampung hasil panen petani kelapa sawit dalam bentuk produk minyak sawit (crude palm oil),"ujarnya.mar/adv

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

Rabu 1 Oktober 2014
Rabu 1 Oktober 2014
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2471 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...