5 Bank Siap Bangun PLTU Kariangau

2010-08-19  15:33:09

SAMARINDA-Lima gabungan bank masing-masing Bank Kaltim (BPD),  BRI, BNI, BCA, Bank Mandiri, secara pembiayaan sendikasi siap membangun PLTU 2 X100 MW di Kariangau, dengan anggaran yang sudah dipersiapkan Rp.2,4 triliun.
Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, Kamis (19/8) diruang rapat Gubernur Kaltim telah ditandatangani MoU kesiapan masing-masing bank secara bersama-sama membangun PLTU di wilayah Balikpapan. Penandatanganan MoU dilakukan oleh masing-masing pimpinan bank, seperti Bank BPD (H Aminuddin), Bank BRI (I Made Suka), Bank Mandiri (Ronni Kuntani), Bank BCA (Steven Yohanes), Bank BNI (Oswal Tambunan). Penandatangan MoU disaksikan langsung Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak.
Dalam arahannya Awang Faroek Ishak, sangat bangga karena dunia perbangkan ternyata turut andil dalam mambangun program pembangunan d Kaltim salah satunya adalah pembangunan PLTU  2 X 100 MW  di Kariangau Balikpapan.
"Oleh karena itu, diharapkan dunia perbankkan bukan saja membangun PLTU 2X100 MW tetapi juga bisa membantu program-program Pemprov Kaltim seperti program pro rakyat baik itu dibidang perkebunan, perikanan peternakan dan bidan lainnya, sebab tanpa ada campur tangan dunia perbankkan pembangunan tidak akan bisa dilaksanakan dengan baik,"kata Awang.
Sementara itu, Dirut Bankaltim H Aminuddin mengatakan, kesiapan gabungangan 5 bank untuk membangun PLTU 2X100 MW di Kariangau Balikpapan merupakan suatu upaya dalam membangun proyek secara bersama-sama, dimana awalnya hanya empat bank yaitu Bank BPD Kaltim, Mandiri, BNI dan BRI, namun pada tahap kedua bergabunglah Bank BCA, dimana proyek ini sangat menarik karena pertama pastrik pembangunan 10 ribu MW itu dijamin penuh oleh pemerintah, sehingga dengan begitu tidak ada resiko.
"Kedua pembiayaan PLN yang merupakan kebutuhan dimana marketnya sudah jelas ibaratnya pasarnya sudah tersedia karena permintaan sambungan akan kebutuhan listrik dari masyarakat terus meningkat, bahkan tidak tercukupi oleh daya yang ada, sehingga dari sisi bisnis PLN melihat hal itu sangat fesibel, begitu juga dengan bank sudah melihat bahwa itu adalah peluang untuk melakukan investasi,"terang Aminuddin.
Ketika disinggung mengenai pembiayaannya nanti, apakah dari Rp2,4 triliun dibagi rata atau bagaimana, Aminuddin menjelaskan sebelumnya PLN melakukan pengkajian dan studi kelayakan, kemudian proyek itu ditender, dan akhirnya didapatkan pemenang tender, misalnya untuk membangun 100X2 MW itu akan dilakukan penawaran berapa harga yang dipatok untuk pembangunannya, dan oleh PLN akan mengavaluasi, dan dari hasil tender itu nantinya akan ditawarkan kepada Bank yang akan membangunnya.
"Artinya tender yang dilakukan tersebut sangat berbeda dengan tender pemerintah, dimana kalau tender yang dilakukan pemerintah dananya sudah ada, sementara yang akan kita lakukan nanti dananya belum ada, artinya pihak PLN akan menawarkan  tender  sambil mencari sumber dana, dan sumber dana itu adalah dengan cara meminjam kepada perbankkan,"papar Aminuddin.mar/adv

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...