Lahan Bekas Tambang Berpotensi Jadi Budidaya Ikan 2010-08-20 15:18:02
SAMARINDA-Potensi perikanan di Samarinda dapat dimaksimalkan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan ikan air tawar dan tidak lagi tergantung dari kabupaten lain. Selain itu, dapat pula meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani tambak. Ia menambahkan, di bulan Ramadhan ini, kebanyakan masyarakat beralih mengkonsumsi daging sapi maupun ayam. Sedangkan konsumsi ikan sungai maupun ikan laut, justru mengalami penurunanan. "Ikan yang dijual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di daerah Selili seperti ikan mas, nila, lele sebagian besar hasil produksi wilayah Samarinda, tetapi ikan laut ada sebagian dari nelayan Samarinda, dan ada juga nelayan berasal dari Balikpapan dan Kabupten Berau," kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan kota Samarinda, Rini Purwanti, baru-baru ini.. Menurutnya, kebutuhan ikan untuk memenuhi masyarakat Samarinda mencapai 10 hingga 15 ton perhari, pada bulan Ramadhan ini justru mengalami penurunan. Selain penurunan permintaan, juga diikuti penurunan harga. "Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap ikan, petani ikan Samarinda belum bisa. Sehingga produksi ikan, khususnya ikan sungai didatangkan dari Kabupaten Kutai Kartenagara, seperti ikan mas, nila, patin, baung, pepuyu dan ikan gabus," ucap dia. Namun, kata dia, Samarinda memiliki potensi lahan untuk pengembangan budidaya ikan dengan memanfaatkan galian bekas tambang batubara. Karena, lahan kritis yang tidak bisa dimanfaatkan untuk usaha tanaman pangan, bisa dimanfaatkan untuk perikanan. Selama ini, lanjut dia, ada beberapa daerah di Samarinda yangsudah mengembangkan budidaya ikan. Diantaranya di daerah Talang Sari, Lempake, Air putih, waduk Benanga dan Palaran.john
|