Kebutuhan Daging di Samarinda AmanJelang Hari Raya Idul Fitri
2010-08-20 15:19:42
SAMARINDA-Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan daging di Samarinda dipastikan aman. Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Samarinda, Hj Rini Purwanti pada Poskota Kaltim beberapa waktu lalu. Menurut Rini, pihaknya telah mengantisipasi pengadaan daging dan ayam. Baik sebelum, selama dan sesudah Ramadhan. Dengan demikian, ketersediaan kebutuhan daging dan ayam relatif stabil dan aman. "Kami telah melakukan antisipasi mengendalikan kebutuhan daging dan ayam. Sehingga masyarakat tidak mengalami kekurangan selama ramadhan dan Idul Fitri," kata Rini. Tanpa menyebutkan secara rinci jumlah kebutuhan akan daging dan ayam di Samarinda, namun Rini lebih menyoroti daging dan ayam yang beredar di pasaran. "Masyarakat harus lebih teliti dan jeli sebelum membeli daging dan ayam. Jangan sampai membeli jenis ayam dan daging yang tidak sehat," Ujarnya. Memilih ayam untuk dimakan, kata Rini, kondisinya harus baik. Ada beberapa tips menentukan daging ayam yang masih segar dan baik untuk dikonsumsi manusia. Seperti, aroma daging ayam (amis dan tidak bau bangkai), penampakan fisik pada kulit ayam (amis dan tidak bau bangkai), penampakan bagian kepala dan leher ayam (kepala dan leher ayam segar tidak terlihat pembuluh darah di tubuhnya, tidak mengeluarkan darah lagi dan bekas sembelih di leher besar, tidak rata potongannya dan terlihat pucat) dan penampilan dalam daging ayam (ayam yang tidak segar dapat dilihat serabut otot yang kemerah-merahan, biru atau hitam). "Secara umum ayam yang masih segar terlihat bersih dari kotoran dan secara fisik terlihat sempurna tidak cacat bantuk tubuh ayamnya. Membeli ayam juga sebaiknya di tempat yang bersih dari kotoran, tertutup dari lalat dan debu serta menggunakan mesin pendingin. Untuk melihat apakah daging ayam terkontaminasi bahan kimia pengawet yang paling mudah adalah dengan meletakkan di ruang terbuka. Jika lalat senang hinggap, maka daging itu berarti aman dari pengawet kimia seperti formalin," paparnya. Rini tidak menampik ketika ditanyai soal masih banyak beredarnya ayam tiup. Untuk itu, dia meminta agar masyarakat paham betul bagaimana ciri-ciri ayam yang sehat dan segar. "Maka masyarakat harus waspada. Beli ayam dan daging ditempat yang telah disediakan. Jangan membeli ayam yang bukan berada ditempat yang disediakan," katanya.aon
|