Pemerintah Diminta Tutup Operasi PT Lembuswana Perkasa2010-08-23 13:57:22
TENGGARONG-Beroperasinya perusahaan tambang milik PT Lembuswana Perkasa diwilayah Kecamatan Samboja, nampaknya tak membuahkan hasil yang positif untuk kelangsungkan sistem lingkungan didaerah tersebut. Dampaknya, lahan pertanian dan perkebunan milik petani di Kelurahan Bukit Merdeka Samboja tergenangi air akibat penutupan anak sungai. “Kita merasa prihatin dengan kondisi rusaknya lahan pertanian dan perkebunan milik masyarakat. Kalau saja, perusahaan tahu diri masalah tak akan berlarut, apalagi adanya unjuk rasa dari masyarakat,” kata Ketua KTNA Kukar Trisno Widodo akhir pekan tadi. PT Lembuswana Perkasa (pemegang IUP) dan PT Inkor Prima Coal (IPC) sebagai pelaksana atas operasinya tambang diwilayah tersebut hendaknya diberikan sanksi tegas oleh pemerintah Kukar, yakni penutupan sementara operasinya perusahaan tambang dimaksud. “BLHD, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) dan Dinas Perkebunan (Disbun) harus segera turun ke areal perkebunan masyarakat yang rusak akibat genangan air. Selanjutnya harus ada statement resmi dari dinas/instansi terkait tersebut, mengenai apa penyebab utama terjadinya banjir yang menggenangi 10 hektar lahan warga,”tutur Trisno Widodo. Trisno Widodo juga menambahkan kalau selayaknya aktivitas tambang milik PT Lembusawana Perkasa dan PT IPC harus distop sementara sampai adanya hasil resmi dari BLHD, Distamben dan Dinas Perkebunan. Kendati demikian, pihaknya mengaku akan terus mengawal proses persoalan di Samboja sampai selesai. Selain itu juga meminta dengan tegas kepada kedua perusahaan batubara agar bisa menjaga lingkungan.awi
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...