Kementerian PU Bersama ADB Alokasikan Dana Rp 712 miliarUntuk Peningkatan Ruas Jalan Malinau-Simanggaris 2010-08-24 19:31:18
SAMARINDA-Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy mengatakan, Sesuai rencana Kemeterian Pekerjaan Umum untuk meningkatkan ruas jalan Malinau–Simanggaris, yang merupakan bagian Trans Borneo Higway, Pemprov Kaltim mengharapkan agar rencana pendanaan dari IDB dan ADB melalui Program Regional Road Development Project (RRDP) dapat segera direalisasikan. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy dihadapan 33 Peserta Studi Strategis Dalam Negeri Program Pendidikan Reguler Angkatan (SSDN PPRA) XLIV Lemhanas RI. Untuk Provinsi Kaltim, kata dia, itu sesuai dengan dokumen yang disusun oleh Kementerian Pekerjaan Umum bekerjasama dengan ADB direncanakan akan diberikan alokasi dana sebesar Rp712 miliar kemarin lalu. "Untuk pembangunan lapangan terbang di perbatasan terdapat di Long Bawan. Pembangunan Bandara Long Bawan berupa perpanjangan landas pacu dari 900 meter menjadi 1.600 meter, untuk keperluan pertahanan, meningkatan pergerakan barang dan orang serta membuka isolasi daerah. Kebutuhan dana pembangunan bandara sebesar Rp151 miliar. Pemerintah Provinsi telah mengalokasikan dana Rp13,2 miliar, sedangkan sisa kebutuhan dana sebesar Rp138 miliar diharapkan dapat dibiayai melalui APBN dan APBD Provinsi," jelas Farid Wadjdy. Sedangkan pembangunan Bandara Long Ampung, menurut dia, berupa perpanjangan landas pacu dari 900 meter menjadi 1.600 meter, untuk keperluan pertahanan, meningkatan pergerakan barang dan orang serta membuka isolasi daerah. Kebutuhan dana pembangunan bandara sebesar Rp163,5 miliar. Pemerintah Provinsi telah mengalokasikan dana Rp16,5 milyar, sedangkan sisa kebutuhan dana sebesar Rp 147 miliar diharapkan dapat dibiayai melalui APBN dan APBD Provinsi. "Pembangunan Bandara Long Apari untuk keperluan pertahanan, meningkatan pergerakan barang dan orang serta membuka isolasi daerah. Dibutuhkan dana sebesar Rp290 miliar diharapkan dapat dibiayai melalui APBN dan APBD Provinsi,"ujar Farid. Menurutnya, untuk mendukung pertahanan di kawasan perbatasan dibutuhkan pengembangan Bandara Juwata Tarakan yang telah ditetapkan sebagai LANUD TNI AU. Kebutuhan dana iyu untuk pengembangan sisi udara berupa pembuatan Runway baru 2.500 meter senilai Rp800 miliar dan pembangunan terminal penumpang Rp270 miliar. Dan, diharapkan dapat dibiayai melalui APBN. Pemerintah Provinsi telah memberikan sharing pembiayaan berupa Landas Pacu Eksisting dari 1.650 meter menjadi 2.250 meter dan pembanguan Apron. "Oleh karena itu, melalui kunjungan SSDN PPRA XLIV Lemhanas RI ini, diharapkan, setidaknya akan diperoleh masukan dan pemikiran serta upaya kongkret untuk perbaikan kondisi di daerah perbatasan, pedalaman, daerah terpencil dan terisolir lainnya di Kaltim. Pemprov Kaltim sangat memerlukan perhatian, bantuan dan dukungannya agar kawasan perbatasan mendapat sentuhan dari berbagai sektor pembangunan yang pada akhirnya nanti bisa mewujudkan bahwa perbatasan bukan lagi sebagai daerah terbelakang, tetapi sebagai Beranda Negara,"papar Farid.mar
|