Pembalap Liar Buat Surat Pernyataan 2010-08-25 13:24:34
TANJUNG REDEB- Pelaku kebut-kebutaan atau Bali (balapan liar) di jalan raya yang kedapatan Satlantas Polres Berau selama bulan Ramadhan ini diminta untuk membuat surat pernyataan. Dalam surat pernyataan intinya si pembalap jalanan tidak mengulangi perbuatannya. Surat pernyataan dibuat dilengkapi data diri pelaku, sampai foto yang bersangkutan. Sejak dilaksanakan metode seperti ini, cukup memimkan jumlah pelanggaran lalin. Hal ini merupakan salah satu upaya Satlantas Polres Berau intensifkan operasi patuh guna menekan angka pelanggaran lalu lintas. Fokus terhadap system mobile yang dilaksanakan, Satlantas telah menjaring 20 pengendara selama Ramadhan. “Kita juga fokus pada hari Sabtu dan Minggu untuk melakukan penertiban secara intensif, sebab kita tahu pada hari-hari itu biasanya volume kendaraan di jalan sangat tinggi, terlebih dalam Ramadhan ini, tingkat pelanggaran otomatis juga meningkat jika tidak diantisipasi,” ujar Kasatlantas Polres Berau AKP Bramanti Agus S. Pelanggaran dimaksud masih bermula dari kebiasaan pengendara yang kebut-kebutan di jalan raya, tidak dapat menunjukan SIM dan STNK. Bram, sapaan akrab Kasatlantas menyebutkan, pelanggaran tidak menggunakan helm sedikit meningkat ketika Ramadhan. Ini terjadi karena banyak warga yang usai menunaikan shalat taraweh dan subuh tidak langsung pulang ke rumah tapi singgah ditempat tongkrongan seperti taman dan tepian. “Tidak jarang juga ada yang melakukan aksi kebut-kebutan, ini yang kita tindak, kita tahan dengan dasar melewati batas kecepatan. Kita lihat dampaknya, keresaahan pengguna lain dan kemungkinan yang bisa terjadi yakni korban materi dan nyawa, makanya dikenakan sanksi tegas Rp 500 ribu. Nanti akan kita terapkan juga sanksi maksimal Rp 3 juta bagi pelaku balapan liar,” kata Bram lagi. Pengadilan dengan sanksi kurungan 1 bulan menanti jika pelaku yang sudah membuat pernyataan tertangkap lagi dengan kasus yang sama. Dari data Satlantas terdapat 55 orang rata-rata anak baru gede atau ABG yang sudah membuat pernyataan. “Kalau selama Ramadhan jumlah baru lebih 20 an orang, tapi kelihatannya agak sepi. Ini karena kita geber selama 2 hari berturut-turut,” tukas Bram. as
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...