Penyelamatan Delta Mahakam Terus Dioptimalkan2010-08-26 15:11:32
BALIKPAPAN, Nasib Delta Mahakam terus dibicarakan dan dicarikan solusi untuk menyelamatkan serta mengatasi sendimentasi yang terus terjadi. Pemerintah bekerjasama dengan Total Indonesia berupaya optimal untuk menyelamatkan dengan menanam kembali jutaan pohon mangrove. "Kami kembali membicarakan upaya penyelamatan Delta Mahakam dari gangguan tangan jahil masyarakat yang tidak bertanggungjawab. Karena banyak pepohonan justru musnah. Karena banyak mengalihkan peran hutan mangrove dengan membuat tambak, ikan, kepiting dan lainnya," Demikian dikatakan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Tuparman, ketika membuka Lokakarya Tim Pemikir Penyelamatan Delta Mahakam (Think Tank Workshop on Service the Mahakam Delta) di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (25/8) kemarin. Menurutnya, kondisi Delta Mahakam memang harus secepatnya diperhatikan kendati kerusakan akibat ulah manusia yang tidak bertanggungjawab sudah berlangsung sejak beberapa tahun silam. "Kami ingin mendapatkan data yang lebih akurat kondisi Delta Mahakam itu sendiri baik dari luasannya. Siapa saja yang ada didalamnya dan kawasan itu dalam pengelolaan siapa. Sehingga bisa disinergikan termasuk Total Indoensie yang terlibat dikawasan tersebut," ungkapnya. Dalam jumpa pers, Tuparman juga mengatakan kalau upaya untuk menyelamatkan Delta Mahakam sudah lama. Karena masih terjadi tumpang tindih pengawasan dan pengelolaan dimana kawasan itu masih dalam pengelolaan Dinas Kehutanan atau Departemen Kehutanan. Sehingga perlu ada ijin dan pemberitahuan sehingga saat dilakukan penyelamatan tidak terjadi tumpang tindih dan tanggungjawab. Ditanya, upaya penyelamatan Delta Mahakam sudah berlangsung cukup lama namun tidak ada perbaikan yang jelas. Tuparman mengakui hal itu, karena masih terjadi tumpang tindih pengelolah padahal disisi lain kawasan itu perlu mendapat perhatian khusus. Apalagi saat ini sudah banyak warga masyarakat ikut berusaha disana disamping itu terjadi sendimentasi yang cukup parah akibat beroperasinya banyak perusahan dihulu sungai Mahakam. "Kita akan koordinasikan pengelolah Delta Mahakam dengan Pengelola Hulu Sungai Mahakam, Karena disana banyak juga perusahan yang beroparai termasuk banyak instansi yang ikut dalam menata Hulu Sungai Mahakam. Dengan satu harapan ketika Delta mulai dibenahi kontribusi sendimentasi akan lebih kecil dan tidak membuat sungai Mahakam menjadi dangkal terutama di Delta Mahakam itu sendiri,"ungkapnya. Didampingi Ir. Bahteransyah, Kepala BLH Kutai Kartanegara (Kukar), Leo Tobing, dari Total Indsonesie mengatakan ada beberapa konsep untuk menyelamatkan Delta Mahakam. Seperti membangun tambak yang ramah lingkungan, membentuk kelembagaan yang bertanggungjawab dimasing-masing wilayah, melakukan penghijauan dengan menanam kembali mangrove dan Nipahnipah, jenis tumbuhan yang senang hidup dirawa-rawa serta memberikan kepercayaan kepada desa-desa yang ada disekitar Delta Mahakam untuk ikut bertanggungjawab memelihara dan menjaga kawasan itu. Dikatakan Tuparman, pihaknya akan mengundang perusahan lainnya yang ada di Kaltim termasuk Chevron Indonesia Company (CIC), Total Indonesie, Vico Indonesia, Pertamina dan BP-Migas untuk ikut memikirkan nasib Delta Mahakam yang sudah menjadi isu internasional. ‘’Selama ini memang baru Total Indonesie yang bergerak dengan cepat untuk ikut terlibat langsung menyelamatkan Delta Mahakam dengan melakukan pembinaan masyarakat sekitar. Membangun tambak percontohan untuk pemeliharaan udang dan membuat tambak yang benar-benar ramah lingkungan dan tidak terkontaminasi dengan polusi minyak diair," lanjutnya. Sementara itu penjelasan Leo Tobing, kepedulian Total Indonesie di Delta Mahakam memang wajar. Karena dari sekian luasan yang ada diwilayah itu mencapai sekitar 130 Ha, sekitar 30 persen wilayah tersebut memang ada aktivitas Total Indonesie. "Kami komitmen untuk ikut terlibat dengan memelihata kawasan tersebut. Dengan melakukan penghijauan yakni menanam kembali jenis tumbuhan mangrove. Tahun ini sudah dua kali dilakukan proyek besar penghijauan seperti di bulan Maret 2010 lalu Total Indonesie bersama masyarakat dan Pemerintah provinsi melakukan penanaman kembali 1.000.000 magrove dan di Juli 2010 lalu juga sudah melakukan penanaman kembali sebanyak 370.000 pohon magrove.max
|